18

2119 Words

Entah mengapa, pekerjaan di kantor terasa ringan dan sama sekali tidak mengesalkan. Venus mengetik beberapa laporan tanpa mengeluh sedikit pun. Beberapa kali Winda memergoki penampakan Venus yang tengah tersenyum. Jenis senyum sumringah yang mengindikasikan aura merah muda yang hanya ada pada sepasang manusia yang tengah menjalin hubungan cinta. Sebenarnya Winda gatal ingin menanyakan perubahan suasana hati Venus, namun dia mengurungkan niat begitu mendapati Romeo menghampiri kubikel Venus. ″Ven,″ panggil Romeo.  Venus segera mengalihkan pandangan dari layar monitor. Ditatapnya Romeo yang berdiri di samping mejanya. Seperti biasa, Romeo terlihat rapi dalam kemeja bernuansa biru lautnya. ″Eh,″ kata Venus. Bingung harus bersikap seperti apa. ″Tumben kamu mampir ke sini.″ Khawatir dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD