"Percy," "Rindi," Keduanya berhadapan dengan tatapan yang sulit di artikan. Setelah lama, Percypun tersadar dan segera beranjak. "Kemarilah." Ia memindahkan salah satu kursi yang ada di hadapannya untuk tempat Rindi. Tak lama seorang waiters datang dan menyuguhkan beberapa makanan kesukaan Rindi dan Percy. "Kamu memesannya?" keduanya berbicara bersamaan tetapi setelahnya keduanya tertawa kecil. "Oke, ini pasti kerjaan Rasya." Percy menganggukan kepalanya menyetujui ucapan Rindi. "Kamu datang dengan siapa?" tanya Percy. "Bersama Pak Harun, tadi sore Rasya menghubungiku dan memaksaku untuk datang katanya penting. Jadi aku memaksakan diri untuk keluar." ucapan Rindi membuat Percy sedikit merenung. 'Apa maksud Rasya dengan semua ini?' "Emm, ada apa? Apa ada masalah?" pertanyaan it

