"Dan jika kamu mengizinkan aku berharap... satu harapanku adalah kamu akan kembali ke dalam pelukanku seperti ini . Lalu biarkanlah aku yang akan terus menjadi rumah untukmu berlindung dari dunia yang kejam ini. Jangan pernah berpaling pada yang lain lagi jika kamu merasa lelah, lihatlah aku yang akan terus berdiri di belakangmu siap menjadi tumpuan yang bisa kamu andalkan. Mencintaimu dan akan menjadi sayap ketika kamu jatuh. Hanya aku sayang.... hanya aku...." Bibir Divya bergetar mendengar perkataan Haydan yang menunjukan betapa pria ini masih menginginkan dirinya yang sudah terlalu menyakiti Haydan untuk kembali di sisi pria itu. "Ingatlah pesanku ini, sayang... Pintu hatiku akan selalu terbuka untuk kamu... Kamu mengerti?" Sembari mengusap air mata di pipi Haydan, Divya mengangguk

