"Emm...Kita, bagaimana dengan... emm...maksudku—" "Perceraian kita?" potong Haydan. Divya menatap Haydan dengan rasa bersalah dan juga perasaan sakit ketika mendengar kata itu akhirnya terucap diantara mereka. Mendengar kata cerai dari bibir Haydan ternyata sangat menyakitkan. "Kita akan membicarakannya sekarang." Ujar Haydan dengan nada pelan yang mengiris hati. Suara yang sudah dia redam mengingat betapa remuk hatinya saat ini. Beruntunglah bukan suara kesakitan yang keluar dari bibirnya. Divya menatap suaminya dengan mata yang kini diselubungi oleh air mata. Dia sudah berusaha untuk tidak menangis, namun nyatanya tidak bisa. Rasa sakit di hatinya kembali membuat seluruh badannya ngilu. Memikirkan dia akan berpisah dengan Haydan sungguh seperti sebuah mimpi buruk, tapi nyatanya dirin

