47. Haruskah Kembali?

767 Words

Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan. —unknown— .  =Storm | gorjesso= . "Divya...." Divya mengusap air matanya namun dia bergeming di tempatnya duduk tanpa menoleh pada suara yang memanggilnya. Dia tahu pasti itu suara Mirna. Dan dia mendengar suara langkah kaki yang menghampirinya. Mirna duduk di sampingnya. Di sofa yang panjangnya mampu memuat 2 orang duduk di atasnya. Divya menoleh pada Mirna sekilas lalu tersenyum dan kembali menatap ke depan lagi. Divya mendengar Mirna menghela napas. "Kamu belum nyentuh makanan kamu sejak semalam. Apa kamu pengen kesehatanmu yang belum pulih ini semakin turun? Kamu tidak berencana untuk membunuh bayimu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD