Chapter 156

1000 Words

"Gimana? Udah enakan?" Tanya Radit, Candy menatap Radit sekilas dan memberikan anggukan. Radit melakukan hal yang sama dan berlalu bersama Andra. Dari ranjang Aga masih setengah duduk, dia memperhatikan raut Candy dan pada akhirnya tatapan mereka bertemu. Aga tahu, dia tidak akan bisa mengelak lagi. "Sini, duduk!" Katanya. Candy tidak banyak tanya dan berbicara dia hanya mengikuti saran Aga untuk duduk di sebelah ranjang Aga. "Kamu mau tau satu cerita gak?" Tanya Aga, membuat Candy menaikkan alisnya bingung. Tapi, Aga mengangguk seolah meyakinkan. "Suatu hari, di London aku pernah kecelakaan. Aku tidak memiliki teman dekat selain Andra dan yang lain. Tapi, seorang wanita di samping apartemen mah berteman. Awalnya sih biasa aja, tapi lama-lama dia mendekati aku -- getol banget sih. Tap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD