"Jangan pernah gini lagi ya? Aku takut," jujur Candy, Aga menatap Candy dan menghembuskan napas panjang, entah sudah berapa kali dari semalam dia menghembuskan napas. Mungkin lebih dari sepuluh kali, napas panjang seolah memang ini berat. Padahal bukan! Karena mereka aja yang malas -- atau sebenarnya bingung harus komunikasi dari mana. "Maafin aku ya sayang?" Ujar Aga, memegang tangan Candy lembut, lebih kepada nenggenggam. "Masa aku serius kamu--" "Papa, mama?" Suara teriakan itu akhirnya mengakhiri perbincangan ini, sementara -- ingat ya, sementara. Karena Aga yakin, Candy tidak akan menanyakan lagi untuk kedua kalinya tapi, bukan itu yang terjadi dia akan didiamkan. Rasanya tidak enak. Makanya dia akan jujur, nanti. "Hai sayang, kamu udah pulang? Udah makan siang belum?" Tanya Aga,

