Capther 1-5 terpanjang

4166 Words

 

"Good Morning!" Teriak sekelompok anak muda yang pagi pagi sudah mendatangi kediaman Kalandra. Siapa lagi kalau bukan para bodyguard Candy.

 

Sudah tak heran bila mereka selalu Datang ke Mansion Kalandra untuk mengantar jemput tuan putri mereka.

Terkadang Arti merasa beruntung anaknya dan anak sahabatnya bisa se akrab ini. Namun terkadang dia juga merasa kesal karena mereka selalu berisik dan manja kepadanya.

Arti sudah pusing menghadapi manja Suami dan anak gadisnya lalu di tambah dengan ke empat preman sekolah ini. Astaga percayalah Arti hampir terkena Darah tinggi.

 

"Kalian telat 10 menit." Kata Candy sambil memakan roti nya.

 

"Ya elah Queen, sepuluh menit doang, tuh gara gara si Radit tadi ban motornya kempes." Kata Aga memberikan alasan.

 

"Lah gue yang di salahin, tadi siapa yang lagi godain cewek di jalan hah?" Cibir Radit sambil melirik ke arah Nando.

Sementara yang di lirik pura pura tak melihat.

"Mom, Nando Lapar." Kata Nando manja kepada Arti.

 

"Kamu belum sarapan?" Tanya Arti dengan lembut.

 

"Belum Mommy, tadi tuh si Andra buru buru nyamperin Nando." Keluh Nando mengadu.

"Bohong banget Mom, dia aja yang kebo gitu gimana gak buru buru." Kata Andra mencibir.

 

"Sudah sudah, sesama Kebo dilarang saling menghina." Kata Candy mutlak langsung membuat mereka bungkam. Arti dan Dave hanya geleng geleng kepala.

 

"Ya sudah, Daddy berangkat dulu, kamu nanti hati hati ya sayang?" Cup. Dave mencium kening Candy.

 

"Ok Dad... tapi harusnya Daddy ngucapin begitu sama mereka, kan mereka yang bawa motornya." Kata Candy menunjuk ke arah empat sekawan.

 

"Oh iya, kalian hati hati ya bawa putri Daddy." Kata Dave tajam kepada empat Bodyguard putrinya.

 

"Siap Dad." Ucap mereka berempat barengan.

 

Yah mereka memanggil Dave dan Arti dengan panggilan Mommy dan Daddy.

Sekar dan Kevin : Ayah dan Bunda

Satya dan Siska : Mami dan Papi

Bella dan Rendy : Mama dan Papa

Aldo dan Rara : Aunty dan Uncle.

 

Tak lama setelah kepergian Dave ke kantor, Candy cs pun juga berangkat ke sekolah dengan menaiki Motor.

Mereka pecinta motor termasuk Candy, dan setiap hari Candy selalu di bonceng bergantian mereka berempat, padahal sebenarnya Candy pengen naik motor sendiri namun apalah daya sang Daddy melarang keras.

 SMA KARTINI.

 

Sesampainya mereka di Sekolah, banyak mata memandang iri dan Takjub kepada mereka. Terlebih Candy, yang begitu beruntung bisa di kelilingi 4 lelaki yang begitu Tampan.

 

"Ya Tuhan, kak Radit ganteng banget sih."

 

"Kak Aga yang paling  keren banget."

 

"Nando juga gak kalah keren."

 

"Mau dong di jadiin selirnya kak Andra."

 

"Beruntung ya si Candy bisa di kerubuti 4 cogan, uuhhh bikin iri aja."

 

Dan masih banyak lagi bisik bisik tetangga dari para Siswa siswi di sana. Namun mereka hanya Cuek dan melewati mereka begitu saja.

 

"Ya udah, kalian masuk gih, kita langsung ke kelas, yuk Ga." ajak Andra kepada Aga.

 

"Kuy lah." Kata Aga, Lalu mengelus rambut Candy." Baik baik jangan bikin onar."

 

"Dihh, emang gue kalian yang suka bikin onar." Kata Candy cemberut.

 

"Kok kita di bawa baca sih Queen." Kata Nando

 

"Tau nih, yang suka rusuh tuh lo sama si Aga, bukan kita." Kata Radit.

 

"Betul." kata Andra membenarkan.

 

"Kok kalian jadi nyebelin sih." kesal Candy sambil menghentak- hentakkan kakinya ke lantai.

 

"Hahaha ya udah yuk kita masuk aja, tinggalkan mereka yang bikin rusuh." Kata Radit sambil merangkul pundak Candy.

 

"Kuy lah, Kalian Bye ." Kata Candy mengibas ngibas kan tangannya lalu berjalan masuk ke kelas.

 

"Kok gue di tinggal?" kata Nando menunjuk dirinya sendiri.

 

Andra dan Aga hanya mengangkat kedua bahunya lalu pergi menuju kelas mereka.

 

"Hadeuhh, Nasib jomblo selalu sendiri." Gumam Nando kemudian masuk kelas.

Jam istirahat...

 

Candy : Ndra, Ga, jemputttt.

 

Andra : Kita udah di kantin Queen, kuy lah kesini

 

Tyaga : Jangan males

 

Candy : kalian pada jahat, gak sayang sama Candy?

 

Tyaga : Nando sama Radit kemana

 

Candy : Nando ke toilet, Radit entah dia langsung pergi tadi

 

Candy : ya udah sih buruan kesini aja

 

Tyaga : Ntar gue traktir, cepetan

 

Candy : Gak mauu, jempuuuuutttt

 

Andra yang sedang memesan makanan menghampiri Aga yang sedang menunggu di bangku kantin.

 

"Sono gih, lu aja yang jemput tuh bocah." kata Andra.

 

"Dih, kenapa gue sih, lu aja sono." Kata Aga.

 

"Kelamaan gak ada yang nyamperin siap siap 7 hari 7 malem." kata Andra menatap Aga dengan tatapan penuh arti. Seketika Aga langsung berdiri dan berlari menuju kelas Candy. Sedangkan Andra hanya Terkekeh sendiri.

 

Di Kelas.

 

"Lamaaa... " Kata Candy kesal saat melihat Aga dateng dengan nafas ngos ngosan.

 

"Capek gue Queen, sialan lo ah."

 

"Gue juga capek nungguin lo Ga."

 

"Terserah lah, buruan yuk, aus gue."

 

Candy menyodorkan air minum nya ke Aga. "Nih minum dulu biar kuat." Kata Candy dengan wajah serius.

 

"Huh dari tadi kek ngasih minum." Kata Aga lalu langsung meminum air minum Candy."Eh tunggu, apa kata lo tadi? Biar kuat? Maksud lo?" Tanya Aga Bingung.

 

Seketika Candy langsung nemplok di punggung Aga dan memeluk lehernya dengan erat.

 

"Biar kuat gendong gue sampai kantin." Kata Candy santuy tanpa beban.

 

"Emang bocah gak ada Akhlak ye lo." Ucap Aga dengan kesal. " Gue udah capek lari lari an kesini terus lo masih minta gendong?" kesal Aga, namun masih tetep menggendong Candy menuju kantin.

 

Candy memang paling manja sama Aga, entah kenapa kalau sama Aga dia selaku minta ini itu. ya memang dengan yang lain pun sama tapi kalau sama Aga dia lebih berani minta gendong.

 

"Lo kenapa sih gak pernah minta gendong Andra, Radit atau Nando, kenapa mesti gue mulu, hah."

 

"Ya gak tau, gue pengennya di gendong cuma pas lagi sama lo doang."

 

"Rese lo."

 

"Biarin aja Rese yang penting manis."

 

"Serah dah."

 

Mereka berjalan menuju Kantin, Ralat Aga aja yang berjalan karena Candy di gendong hehehehe.

 

Sesampainya di kantin ternyata Radit dan Nando sudah berkumpul bersama Andra.

 

"Astaga Ga, lo nemu anak Tokek dari mana?" kata Nando menyindir keberadaan Candy.

 

"Tauh nih, tiba tiba aja udah nemplok di punggung gue." Kata Aga sambil menurunkan Candy dari gendongannya.

 

"Besok besok lo mandi Yang bersih biar Tokek nya gak mau nemplok ke lo." Kata Radit terkekeh.

 

"Sialan... lo kata gue kalo mandi gak bersih." kesal Aga.

 

"Ya kan biasanya Tokek suka nemplok sama yang bau bau hahaha." Kata Radit sambil tertawa di ikuti Andra dan Nando.

 

"Justru klo gue mandinya bersih dan wangi tu Tokek makin nemplok sama gue."

 

"Kalo gue tokek berarti kalian Cicak nya," ucap Candy sambil cemberut. " Lo juga berdua, tega ya ninggalin gue sendirian di kelas hah?" Kata Candy sambil menunjuk Radit dan Nando.

 

"Ya elah Can, lo kan tau gue di suruh bu Arumi buat ke perpus." kata Radit memberikan alasan.

 

"Perut gue juga mules Can,." Kata Nando juga memberikan alasannya.

 

"Halah banyak ngemeng lo pada."

 

"Ya udah kamu mau pesen apa Queen?" Suara Andra memang paling lembut di antara mereka, ibarat kata nih ya 4 cucunguk itu Api dan si Andra Air nya jadi dia selalu mendinginkan suasana. eaaaa

 

"mie ayam, bakso, sama siomay, minumnya Alpukat, stm sama air putih." kata Candy santai.

 

"Astaga Queen, lo abis nguli? pesen makan segitu banyaknya?" kata Radit.

 

"Lo pikir gue gak capek nungguin Kalian lama jemput gue kekelas dan nyusul kalian kesini?" Kata Candy dengan wajah cemberut.

 

"Ralat Queen, gue yang capek karena gendong lo." ucap Aga merapat ucapan Candy.

 

"Whatever." Ucap candy cuek membuat ke empat cucunguk itu menghela nafas panjang.

Kelas Aga dan Andra

"Hay sayang." Kata seorang siswi yang tiba tiba masuk kekelas Aga dan Andra dan langsung duduk di bangku Aga dan Andra.

Aga dan Andra yang tadinya sedang bercanda seketika langsung merubah wajahnya menjadi Datar dan Dingin.

 

"Mau apa." kata Aga datar. 

"Mau ketemu pacar gue lah." Ucapnya sambil Mengerlingkan sebelah matanya.

"Lo pergi atau gue yang cabut." 

"Sayang, udah dong marahnya, gue kan udah minta maaf, dan ngejelasin semuanya." Ucap Gadis itu sambil memegang tangan Aga, namun segera di Tepis oleh Aga.

 "Jangan pernah sentuh gue lagi." Ucap Aga penuh penekanan.

 

Andra hanya cuek sambil memainkan Ponselnya.

 

"Sa.." Ucapan gadis itu terpotong tatkala Aga berdiri dan memotong kata katanya.

 

"Sekali lagi lo nemuin gue disini, dan ganggu hidup gue apalagi pake manggil gue sayang sayang, gue gak segan segan ngabisin lo." Bisik Aga di telinga Gadis itu. "Dasinta Almira, bukan hal sulit buat gue lakuin itu." 

 

"Ke kenapa lo berubah ga." Kata Sinta terbata.

 

"Gue gak berubah, cuman gue baru sadar ternyata gue salah pernah mencintai orang kaya lo." Ucap Aga lalu beranjak keluar dari kelas.

 

"Jangan lagi lagi deketin AGA." kata Andra lalu ikut pergi menyusul Aga.

 

Dasinta Almira adalah mantan kekasih dari Tyaga Haris Wiraguna alias Aga.

Mereka menjalin kasih selama beberapa bulan sampai akhirnya Aga sadar bahwa ternyata Sinta hanya memanfaatkan kekayaan dan kekuasaan keluarganya, Dan yang lebih parah Sinta pernah ingin menaruh sebuah obat perangsang kedalam minuman Aga hanya untuk menjebak Aga agar mau menikahi nya dan dia bisa menguasai harta keluarga Wiraguna.

 

Namun semua itu belum sempat terjadi karena Candy sempet mendengar semua rencana Sinta and the geng nya di Toilet.

Awalnya Aga tidak mempercayainya bahkan sempet berjauhan dengan Candy karena lebih mempercayai kekasihnya. Namun semua ucapan Candy terbukti tatkala dia melihat teman Sinta memasukan sesuatu kedalam minumannya saat mereka sedang nongkrong di sebuah Club.

 

Melihat Aga pergi meninggalkannya dan mengancamnya bukan membuatnya takut malah dia semakin gencar ingin membuat sebuah cara agar bisa mendapatkan Aga kembali.

Ya dong secara semenjak dia Putus dari Aga, dia gak bisa puas Shoping lagi.

"Gimana Si?" Tanya Kedua teman sinta yaitu Diana dan Clara.

"Aga malah ngancem gue." Ucap Sinta dengan Geram." ini semua gegara Candy, awas aja gue bakal bikin peritungan sama dia." 

"Iya, sial banget sumpah, kalau itu anak gak ember pasti semua rencana kita bakal berhasil." Ucap Clara.

"Kita harus singkirin si Candy dulu si." Ucap Diana

"Ya lo bener, kita singkirin dulu anak itu." Ucap Sinta sambil tersenyum devil.

 

Kelas Candy

 "Queeennn." Teriak Andra yang baru sampai di kelas Candy.

"Paan sih teriak teriak, gak pake Toa sekalian ?" Kata Candy ketus.

 

"Tau, tumben sih Ndra teriak teriak kenapa?" tanya Radit.

 "Pada lihat Aga gak?" tanya Andra.

"Lah elo yang sekelas sama dia kenapa malah nyari kesini bego! " kata Nando.

Nando dan Radit menatap intens kepada Andra. begitupun dengan Candy.

Andra menghembuskan nafas panjangnya. " Tadi si nenek lampir ke kelas, terus si Aga keluar, gue pikir dia kesini." jelas Andra.

 

"Ngapain lagi tuh nenek lampir nyamperin Aga ?" kata Candy mengerutkan keningnya.

 "Ngapain lagi kalau bukan minta balikan." jawab Andra singkat.

 Candy, Radit dan Nando menghembuskan nafas lelahnya.

"Haiss tu anak masih aja belom move on." Kata Candy kesal. "Kayaknya perlu gue Cipok deh biar bisa Move on dari nenek lampir." Ucap Candy spontan membuat ketiga temennya membulatkan matanya.

 

"Mulut kalau ngomong yak." kata Radit sambil menoyor kepala Candy.

 

"Njirrr, pala gue, seenak nya aja main toyor toyor segala." kesal Candy.

 

"Lagi itu mulut kalau ngomong gak di saring dulu, main cipok cipok aja, kaya udah tau rasanya aja." kata Radit.

 

"Justru karena gue belom tau rasanya gue pengen jadiin si Aga percobaan." kata Candy santai.

 

"Njirr, gue juga mau Queen kalau gitu." kata Nando sambil mengerlingkan matanya.

"Ogah."Ketus Candy. " Awwwsss," Andra sakit begok!" Ucap Candy kesal karena jidatnya kembali di sentil Andra.

"Makanya kalau ngomong di saring jangan asal jeplak." kata Andra sambil menatap tajam ke arah Candy.

"Hahahaha, kalian kenapa malah pada marah sih sama gue, bukanya sono buruan nyari si Aga, ntar tu anak bunuh diri lagi loh." ucapan Candy seketika membuat ketiga pria tampan itu berlari menuju atap gedung.

Karena sudah di pastikan bila Aga tidak ada di kelas Candy pasti dia di Atap.

 

Candy melihat ketiga temanya berlari ke Atap pun ikutan juga namun dia berjalan dengan santai. Bukanya gak khawatir cuman dia yakin pasti Aga gak akan se g****k itu hanya karena Cinta.

"Tapi kalau di pikir dia emang g****k sih. Haisss!" Umpat Candy namun tidak juga memperlambat jalan nya. Ia masih berjalan santai sambil memakan permen karet.

*Atap gedung*

 

 Andra CS sudah sampai di atap namun tetap tak menemukan keberadaan Aga di sana. Kepanikan semakin melanda di pikiran mereka hingga tak lama datang la Candy dengan wajah santai nya.

 "Mana tu manusia?" Tanya Candy.

"Gak tau, ini juga lagi nyari tapi gak ada baunya tu anak disini." Ucap radit sambil matanya terus mencari ke setiap sudut atas gedung tersebut.

 

Candy langsung menoyor kepala Radit dengan gemas. "Begok, lu nyari Aga apa nyari Bangke?"  Sungut Candy kesal.

"Hehehe." Radit hanya cengar cengir membuat Candy langsung menghembuskan napasnya kasar.

"Coba telfon." ucap Candy.

 

"Iya ya, bego banget kita dari tadi kenapa gak telfon aja." Ucap Nando sambil menepuk kening nya.

 

"Kan lo emang bego," Ucap Candy santai membuat Andra dan Radit tertawa.

 

"Sialan!" ucap Nando kesal, lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Aga.

 

Tuuutttt...

 

'Hallo' Ucap Aga di seberang sana.

 

"Lo dimana?" Tanya Nando dengan nada khawatir.

 

"Toilet." jawab Aga singkat.

 

"Anjirrr, kita kelabakan nyariin lo, takut lo bunuh diri taunya lo lagi boker, bangke emang lo." ucap Nando kesal.

 

"Ngapain nyari gue? lagi kenapa gak telfon aja?" kata Aga bingung sambil konsentrasi.

"Tau ah, buruan kita semua di Atap." kata Nando lalu mematikan ponselnya.

 

"Aneh nih orang, ganggu aja." Ucap Aga lalu kembali menuntaskan hasratnya.

"Mana tu anak?" tanya Radit.

"Lagi setor." jawab Nando singkat.

"Setor paan?" tanya Candy polos.

 

"Setor bank, di wc." jawab Nando.

 

"Buahahahaha." Candy tertawa terpingkal pingkal."Kalian nyariin tu anak kaya orang Kesetanan, ternyata orangnya lagi sibuk ngeden di WC hahahahaha." Candy tak habis fikir sama kekhawatiran temennya ini yang berlebihan menurutnya.

 

"Sialan tu bocah emang." gerutu Andra ikut kesal

 

"Tau, minta di apain sih." kata Radit gemas.

 

"Dikata harus gue Cipok kok." kata Candy santai sambil menampilkan giginya.

 

"Kok lo jadi nafsuan sama si Aga sih Queen?" Tanya Nando memicingkan sebelah matanya.

 

"Njirr gue bukan Nafsuan ogeb, gue cuma mau praktek doang, penasaran gue." Ucap Candy tak terima.

 

"Sama aja, toh disini ada gue, Radit, ada Andra jg, kenapa lo nyarinya si Aga?" Kata Nando.

"Ya karena gue mau aja," kata Candy santai.

"Sama gue aja yuk Queen, gue juga belom loh." kata Radit sambil menampilkan deretan giginya.

"Ogah, sono lo sama si Nando aja." jawab Candy sambil menunjuk ke arah Nando dengan dagunya.

 

"Njirr, masa iya kita terong makan terong." pekik Radit tak terima.

 Candy dan Andra tertawa terbahak bahak melihat ekspresi wajah Radit.

 "Ah elah ini si Aga lama banget apaan sih yang di keluarin heran deh." Ucap Candy yang sudah mulai lelah menunggu.

"Anak konda." Jawab Radit.

Tak berapa lama datang lah Aga dengan tangan yang di masukkan ke dalam saku nya. sungguh pesona seorang Aga sangat cool berkharisma tidak kalah jauh dengan sang Papi. Namun Aga bukan seorang playboy seperti Papi nya.

"Gue kira lo frustasi Ga karena di samperin mantan." Ucap Candy ketus.

"Kata siapa lo gue di samperin mantan?" Tanya Aga.

"Lo lupa kalau gue ini titisan cenayang." Ucap Candy memanyunkan bibir nya.

Aga pun mendudukkan dirinya di sofa dekat Andra sambil menyandarkan kepalanya dan memijit pelipisnya.

"Can, lo gak ada cita cita gitu buat beliin gue minum." Ucap Aga pelan.

"Gak!" Jawab Candy cepat. "Ngapain gue punya cita cita gak bermutu kaya gitu." Ucapnya lagi.

"Hah ngantuk banget gue." kata Aga sambil memejamkan matanya.

Mansion Wiraguna*

Kini ke lima Cucunguk sedang bersantai di kolam renang Mansion Wiraguna.

Sudah biasa bagi mereka berkumpul kalau tidak di rumah Aga pasti di rumah Candy.

"Queen, lo gak nyebur." kata Radit yang sudah berada di dalam air bersama Andra dan Aga.

"Entar, gue mau pake sunblock dulu." jawab Candy sambil memakai sunblock.

"Elah ribet amat." Ucap Aga sambil mengambil Sunblock yang ada di tangan Candy.

"Cih, ribet tapi sendirinya ikutan make." cibir Candy.

"Si Nando lama amat sih?" kata Andra.

"Tau tu anak, ngapelin Anna dulu kali." kata Candy santai.

"Njirr, sepupu gue masih piyik Queen." sewot Aga.

"Piyik apaan? dia udah kelas 1 juga." ucap Candy santuy.

"1 SMP Queen," geram Aga.

"Sama aja kan dia udah SMP?" Kata Candy.

"Masih Queen bukan Udah." Kesal Aga.

"Sama aja Tyaga Haris Wiraguna." Teriak Candy di telinga Aga.

"Shiitt! budeg kuping gue lama lama deket sama lo." Kata Aga kesal.

Andra dan Radit hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua yang selalu berdebat hanya karena masalah sepeleh.

"Kak Candyy." Teriak Anna yang baru datang bersama Nando.

Candy tersenyum miring ke arah Aga yang telihat begitu kesal. "Apa gue bilang." ucap Candy berbisik.

Aga hanya mendengus kesal, lalu menatap tajam ke arah Nando. "Kenapa kalian bisa bareng?" kata Aga ketus.

"Bang, kok gitu sih sama Bang Nando?" Pekik Anna tak kalah ketus kepada Anna.

"Kamu, Diem!" Ucap Aga menunjuk Anna.

"Abang yang diem, Anna mau ketemu sama kak Candy." kata Anna.

"Ada apa Anna?" kata Candy lembut.

"Kakak di cariin Mami." Kata Anna seraya menggandeng Candy untuk mengajaknya masuk kedalam mansion.

"Eh, ngapain lo bawa dia masuk?" tanya Aga kepada Anna.

"Kan Anna udah bilang bang, kak Candy di cari Mami." jawab Anna kesal.

"Gak bisa entar? Kita itu baru mau nyebur, lo gak lihat baju Candy begitu?" Ucap Aga seraya menunjuk ke arah badan Candy yang memakai baju renang. "Lagi juga mami ngapain sih manggil manggil si Queen, udah tau kita mau Renang." sungut Aga Kesal.

"Ini urusan perempuan." Ucap Anna ketus. "Bang Nando makasih yah, udah nemenin Anna." kata Anna sambil tersenyum manis kearah Nando.

"Iya Anna, gak usah sungkan sama Abang mah." Ucap Nando sambil tersenyum dan melirik ke arah Aga.

Sedangkan Andra dan Radit semakin tertawa terpingkal pingkal melihat ekspresi Aga.

"Udah udah Stop." Lerai Candy. " Anna kita mau renang dulu, kakak udah make Sun block loh, bilang sama mami nanti abis renang kakak ke sana."

"Ok deh kak. Ya udah Anna pulang dulu deh, nanti kakak langsung ke rumah Anna ya, karena Mami di rumah Anna." Kata Anna seraya berjalan pergi.

Anna adalah anak dari Adik mami nya Aga, dan mansion Anna tepat berada di depan Mansion wiraguna.

Byuurrrr...

Candy menarik lengan Aga dan langsung menceburkan diri ke kolam renang.

"Shiitt!" Umpat Aga kesal." Gak pake narik narik juga Queen." pekik Aga.

"Abis lo lama hahaha." jawab Candy sambil tertawa. "Nando, kuy buruan." teriak Candy.

Mereka berlima berenang sampai sore sambil bercanda dan tertawa bersama.

Setelah mereka selesai berenang mereka berlanjut bersantai di gazebo yang ada di dekat kolam renang, mereka bersantai sampai ketiduran disana.

"Astaga, anak anak ini yah." Ucap Siska sambil menggeleng gelengkan kepalanya yang melihat anak anak tertidur dengan pose yang wahhh banget.

Bagaimana tidak wah, bila Radit dan Nando berpelukan, dan Andra tidur berbantal punggung Radit, lalu Aga tidur di kaki Andra smbil memeluk Candy. Sedangkan Candy memeluk Aga tapi kakinya mendarat indah di wajah Nando.

Sungguh pemandangan yang luar Binasa bukan.

(Jangan di bayangin, nanti mumet sendiri)

"Sayang, Anak anak banguuuunnnn." Teriak Siska namun tak membuat mereka bergerak sedikitpun.

"Astaga mesti gimana bangunin mereka." Ucap Siska sambil memijit mijit pelipisnya. Hingga tiba tiba dia terkejut karena sebuah lengan kokoh memeluknya erat dari belakang.

"Kamu ngapain sih disini, bukanya nyambut aku." Ucap Satya yang baru pulang dari kantor namun tak mendapati Istrinya menyambutnya.

"Tuh, lihat anak kamu sama calon mantu kamu." Siska menunjukan Satya dengan pemandangan wah yang ada di depanya dan sukses membuat Satya terkekeh dan menggeleng gelengkan kepalanya.

"Si Candy bener bener mirip banget sama Arti." ucap Satya.

"Hemm kamu bener, Ceria nya, manja nya, tapi Arti lembut gak kaya Candy bar bar." ucap Siska sambil terkekeh mengingat dulu Candy setiap merajuk selalu sembunyi di pohon mangga hingga membuat semua pelayan kelabakan mencarinya dan kena amarah Dave. sampai akhirnya Dave tak mengizinkan ada Pohon lagi di Mansion nya karena takut Candy manjat pohon lagi dan jatuh.

"Sepertinya kalau Bar bar itu karena ulah anak kamu deh mi." Ucap Satya pelan, namun masih bisa di dengar Siska.

Siska menatap tajam ke arah suami tercintanya."Aga Bar bar sudah pasti karena keturunan Papinya. masih untung Aga gak ikut jadi PLAYBOY KAMBING, kaya Papinya." Ucap Siska lalu pergi dari sana. "Jangan lupa Bangunin anak kamu." Teriak Siska.

Satya diam mematung. Kenapa malah jadi dia yang harus bangunin anaknya? dan juga sejak kapan dia jadi Playboy kambing, dia kan Playboy cewek bukan Kambing. pikir Satya lalu segera membangunkan anak anaknya, karena tidak bangun juga Terpaksa Satya membangunkanya dengan memanggil Hujan. Dan cara itu selalu berhasil.

Malam malam

"Papi, lain kali gak usah repot repot ngebangunin kita, daripada gak IKHLAS." Kata Aga kesal karena sudah di guyur air sama Papinya. Padahal dia tadi sedang menikmati mimpi yang indah.

"Tau, papi ngeselin," tambah Candy cemberut.

"Papi gak akan ngirim Hujan kalau kalian di bangunin langsung bangun." ucap Satya santuy.

"Mami udah nyerah bangunin kalian, sumpah." tambah Siska.

"Hehehe maaf mi, pi." ucap Andra, Radit dan Nando.

Tapi Candy dan Aga kompak memasang wajah kesal. lalu mereka makan malam dengan Hikmat.

.

.

.

Setelah seminggu di Jakarta Derry akhirnya pulang ke solo, meninggalkan Candy sendirian lagi di rumah yang membosankan.

"Mom, apa mommy juga akan ikut Daddy ?" kata Candy.

"Iya sayang, hanya Seminggu, dan selama seminggu biarkan Aga, Andra, Radit dan Nando yang menjaga mu yah." kata Arti. "Atau kamu mau tinggal di rumah mereka, itu lebih akan membuat Mommy tenang,"

"Ya udah, Candy nanti ke rumah Mami aja." ucap Candy cemberut. memang Candy Lebih dekat dengan Siska dan Satya dibanding kan orang tua temanya yang lain.

"Baiklah, kamu hati hati ya, kalau ada apa apa segera kabari Mommy dan Daddy." kata Arti seraya mencium kening anaknya.

"Ya mom, mommy Daddy juga hati hati, segera kabari Candy."

"Pasti sayang."

Seperginya Arti dan Dave ke bandara, Candy segera mengambil tas dan Ponselnya, Seenggaknya dia kini bebas selama seminggu. hihihihi.

Candy mengendarai Mobilnya ke arah Mansion wiraguna.

"Yuhuuuuuu." Teriak Candy saat membuka pintu utama.

"Astaga anak gadis kenapa mesti teriak teriak sih." kata Siska yang kaget karena sedang fokus menonton Sinetron kesukaan nya lalu di ganggu oleh suara cempreng anak sahabatnya.

"Hehehe, lagi mami tontonan nya begitu dih." ucap Candy sambil duduk di sebelah Siska. "Mih, Mommy sama Daddy udaj berangkat," kata Candy.

"Terus kamu mau disini apa biar Aga dan yang lainya ke sana ?"

"Candy disini aja, mau ngerepotin mami." kata Candy sambil nyengir kuda.

"Ck, kamu ini." Siska menggeleng geleng kan kepalanya. Siska dan Satya sudah menganggap Candy seperti anaknya sendiri.

"Aga mana mi ?"

"Dikamar, paling tidur kali."

"Dih udah sore masih aja molor."

"Sana gih kamu bangunin, Mami mau nerusin nonton, gara gara kamu keganggu nih."

"Hehehe, maaf mi, muuach." Candy mencium pipi kanan Siska lalu segera pergi ke lantai dua menuju kamar Aga.

Tok tok tok.

Ceklek,

ternyata gak di kunci, Dengan senang hati Candy segera membuka pintu dan kini Candy bisa melihat Aga yang sedang tertidur pulas hanya dengan mengenakan celana Boxer pendek, tanpa baju dan tidur tengkurap.

Brugg.

Candy langsung naik ke kasur dan menidurkan kepalanya pada punggung Aga, sehingga membuat Aga tersentak kaget.

"Njirr, Candyyyy." Teriak Aga kesal.

"Hehehe, lo pules banget tidur nya, gue kira gak bakal bangun." ucap Candy sambil memainkan Hape nya.

Aga menggerak gerakan badanya."Minggir ah, gue mau mandi kalau gitu."

"Ah elah lo mau ganggu orang PW aja sih ga." geruti Candy tanpa sadar diri bahwa dialah yang Pengganggu.

"s***n emang lo." Aga segera bangun dan masuk kamar mandi, namun baru memegang handle pintu dia berhenti karena suara teriakan Candy.

"Njirr, Aga lo ngompooolll ?" teriak Candy dengan kencang.

"Enak aja lo kalau ngomong." kesal Aga di katain Ngompol padahal bukan.

"Terus ini apaan kalau bukan ngompol, dihh Aga jorokkk." Candy segera menghampiri Aga membuat Aga mundur, Mau ngapain nih anak. pikirnya.

Mata Candy tertuju pada celana Boxer yang di kenakan Aga lalu dia menunjuknya."Tuh celana lo aja basah, pake gak ngaku kalau ngompol hahahaha."

Huuhhh. Aga menghela nafasnya, Ternyata Candy bemar benar bocah polos. "Ini bukan Ngompol Queen." ucap Aga tertahan.

"Terus apaan ?" tanya Candy penasaran."Gak mungkin lo nyiram celana lo pake air kan ?"

"Astaga Candy, ini namanya mimpi basah, Masa harus gue jelasin sih ke lo." ucap Aga frustasi.

"Mimpi basah ?" Candy nampak sedang berfikir. "Lo mimpi lagi mandi atau pipis jadinya basah ?" tanya nya polos membuat Aga semakin frustari.

"Tau ah. gue mau mandi dulu." Aga langsung masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya.

Sementara Candy masih mematung di tempat, memikirkan arti mimpi Basah, emang mimpi apaan bisa buat basah ? lagi ujan ujanan apa ya ?" pikir Candy.

Ceklek.

Aga keluar kamar hanya mengenakan Handuk yang melilit pinggangnya, dia fikir Candy sudah tidak ada di dalam kamar nya lagi.

"Astaga Queen, lo ngapain masih disini ?" kata Aga.

"Gue masih mikirin tadi Ga." kata Candy sambil berfikir keras.

Aga menghentikan langkahnya tepat di depan Candy. " Mikirin apaan ?"

"Itu yang mimpi elo ?" kata Candy, " Mimpi basah itu mimpi lagi ujan ujanan atau lagi mandi gitu atau lagi pipis atau..." ucapan Candy terhenti tatkala Bibirjya di bungkam oleh tangan Aga.

"Berhenti mikir macem macem, buruan sana lo keluar, bentar lagi makan malam." kata Aga.

Meja makan*

"Jadi, berapa hari kamu disini sayang ?" Tanya Satya kepada Candy.

"Entah pi, mungkin sampe Candy bosen bikin Mami ngomel." jawab Candy sambil cekikikan.

"Selamanya disini juga gapapa kok." ucap Siska santai.

"Nanti mami darah tinggi kaya Mommy hihihi." jawab Candy

"Bukan mami yang darah tinggi tapi gue." ucap Aga karena sudah dapat di tebak bahwa Aga lah yang akan di repotkan oleh Candy.

"Hehehe," Candy hanya nyengir saja.

Free reading for new users
Scan code to download app
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeAdd