21 # Hutang Bisma

1135 คำ

Firasat perempuan jarang sekali meleset. Dan Trisna merasa bahwa kesimpulan yang coba dia hadirkan tidak sepenuhnya keliru. “Ngomong-ngomong, yang kamu bilang di kafe tadi itu beneran ya?” tanya Trisna setelah lama hening. Dia mencoba untuk kembali mencairkan suasana dengan cara mengalihkan pembicaraan. Masih belum ada tanda-tanda kalau guyuran air dari langit akan reda dalam waktu kurang dari tiga puluh menit. Bahkan hujan yang turun justru semakin deras. “Yang mana?” tanya Bisma tanpa berniat mengangkat kepalanya dari atas kemudi. “Itu, lho … soal kamu yang menolak tawaran kontrak manggung di Omah Lemper tiap Sabtu,” kata Trisna tidak sabar. “Oh, soal itu? Iya, aku serius,” jawab Bisma. Kali ini dia mengangkat kepalanya untuk kemudian menoleh memandang Trisna. “Kenapa?” “Eh? Oh, en

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม