Bab 11 Ajakan

1260 คำ

Lampu lantai tujuh masih menyala terang ketika sebagian besar gedung sudah gelap. Di luar jendela, kota terlihat seperti lautan lampu kecil yang berpendar lelah. Di dalam ruangan divisi keuangan, suasananya jauh dari tenang. Berkas berserakan. Laptop menyala di hampir setiap meja. Printer berdengung tanpa henti. Bau kopi instan dan kertas panas memenuhi udara. Audit akhir bulan selalu seperti ini. Sisil bersandar di kursinya, satu tangan memijat tengkuk, mata menatap layar Excel yang dipenuhi angka panjang seperti mantra kuno. “Kalau angka ini salah satu digit aja,” gumamnya lirih, “kita bisa dicari auditor kayak buronan.” Di meja sebelah, Dhea bahkan tidak mengangkat kepala. “Bukan kayak buronan, Sil. Kita bakal dipanggang hidup-hidup.” Sisil tertawa kecil, meski suaranya lelah. Me

อ่านฟรีสำหรับผู้ใช้งานใหม่
สแกนเพื่อดาวน์โหลดแอป
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    ผู้เขียน
  • chap_listสารบัญ
  • likeเพิ่ม