Author Pov.
Cheril, anggika, Prisila mereka sedang asik belajar di meja belajar masing masing, namun Anggika tiba tiba teriak sambil memegang ponselnya membuat dua orang yang fokus belajar itu menoleh pada Anggika.
“Anggika kenapa berisik banget sih?.” Tanya Cheril, dia sedang fokus belajar, namun semenjak Anggika pindah kesini dia jarang sekali fokus belajar.
“Cheril, Prisila, kalian semua harus melihat ini, Ethaan katanya akan tunangan, tapi belum tau siapa ceweknya, gila gila gila,,, ini berita kalau di up di web kampus auto viral.” Anggika menunjukan secreenshots yang di kirim Bryan.
“Wahhhh,,, beruntung banget ceweknya,” Ucap Prisila.
“Anggika kita lagi belajar jangan main hp mulu,” Tegur Cheril.
“Cheril, lo enggak perduli gitu ice prince kampus ini tunangan? Aahhh lo di ajak kencan Elthan yang notabennya King kampus ini aja lo tolak mentah mentah.” Balas Anggika.
“Jadi berita Cheril nolak Elthan itu beneran ya?.” Tanya Prisila lagi, jarak Gedung fakultas bisnis dan Fakultas IT memang cukup jauh, harus melewati Fakultas hukum, Ilmu Bahasa, baru nyampe deh di fakultas IT.
“Lo baru tau emang?.” Tanya Anggika.
“Enggak juga sih,, tapi gue kira Cuma gosip aja, secara banyak orang yang suka Elthan tapi mereka Cuma jadi fansnya aja, yang beruntung paling jalan sekali dua kali sama Elthan habis itu di campakin,” Balas Prisila.
“Kalian jadi belajar enggak sih? Kenapa malah ngomongin Elthan?.” Tanya Cheril, bukannya Cheril terganggu dengan obrolan mereka tapi Cheril merasa mereka hanya membuang buang waktu untuk hal yang enggak guna.
“Enak tau ngobrolin mereka, dari pada baca buku bahasa inggris semua, bikin pusing kepala.” Sambung Anggika.
“Terserah kalian aja, aku mau ke minimarket bawah, kalian mau makan malam enggak?.” Tanya Cheril pada dua teman sekamarnya itu.
“Roti aja, gue mau diet.” Jawab Anggika, gila badan udah kurus gitu masa mau diet lagi sih.
“Prisila, kamu mau makan enggak?.” Tanya Cheril.
“Aku udah makan tadi sore, camilan aja deh,” Cheril hanya mengangguk, dia mengambil uang dan ponselnya, lalu dia pergi meninggalkan kedua temannya yang masih menggosipkan Elthan itu.
Cheril sampai di minimarket lantai bawah tapi ternyata tutup, padahal ini baru jam setengah tujuh malam, mungkin penjaganya sedang pergi, lebih baik Cheril mencari minimarket di asrama lain aja, dia sudah cukup lapar, tidak ada mie ataupun roti di asramanya.
Cheril berjalan sendirian dalam gelapnya malam, tapi enggak gelap gelap amat kok ada lampu yang menerangi di pinggir jalan.
Cheril sampai di Gedung asrama sebelah, ternyata juga tutup, sebenarnya pada kemana sih penjaga minimarket, karena udah sampai sini mending nyari minimarket di luar aja deh, jalan kaki kayaknya enggak papa, lagian lingkungan kampus masih cukup ramai, karena ada kelas malam juga.
Cheril melewati fakultas kedokteran, karena itu jalan pintas menuju gerbang utama kampus, suasana fakultas kedokteran cukup sepi, apa lagi desas desusnya mereka sering praktik menggunakan jenazah yang tidak di akui ataupun jenazah tunawisna.
Cheril cukup ketakutan jadi dia berjalan secepat mungkin namun dia berteriak ketika ada orang yang menepuk pundaknya.
Cheril tentu saja enggak berani menengok, takut takut yang menepuk pundaknya taid bukan manusia.
“Ekhemmm,,,” Cheril mau tidak mau menoleh ketika ada orang berdehem di belakangnya.
Elthan eehhh salah Ethaan kayaknya.
“Iya?,,,” Ucap Cheril bingung, sumpah dari remang remang gini kenapa Ethaan berkali kali lipat lebih tampan sih.
“Mau kemana?.” Tanya Ethaan, gila mungkin ini rekor bagi seorang Ethaan queenzoe Tomothy berbicara terlebih dulu pada perempuan.
“Emmm, mau ke minimarket depan sih.” Jawab Cheril.
“Gue anter,” Ethaan menunjuk mobilnya yang parkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.
“Enggak usah deh, aku bisa jalan sendiri kok,” Tolak Cheril.
“Selain lo nolak Kakak gue, lo nolak niat baik gue juga ya, di gerbang sana, semua mahasiswa yang keluar bakalan di chek, dan gue yakin lo enggak bawa kartu identitas sama sekali, kalau lo bareng gue lo enggak akan di chek,” Bener juga omongan Ethaan, ahhh sialan dia lupa lagi.
“Ok deh,,” Cheril menyetujui tumpangan Ethaan sampai minimarket depan.
Ethaan mengemudikan mobilnya dengan santai suasana akward pun terjadi, baik Cheril dan Ethaan sama sama diam dengan fikirannya masing masing.
Ethaan ingin membuka percakapan pun dia enggak tau harus ngomong apa, sementara Cheril juga bingung harus bicara apa.
Mereka berdua sampai di minimarket depan kampus, mobil sport Ethaan parkir di minimarket.
“Thanks udah nganterin gue, gue turun duluan,” Ucap Cheril, Cheril keluar dari mobil Ethaan, tidak lama Ethaan juga keluar dari mobilnya membuat Cheril heran.
“Kenapa Ethaan?.” Tanya Cheril, dia penasaran aja Ethaan ikut turun dari mobilnya.
“Beli minum,” Ethaan melangkah duluan sementara Cheril berjalan di belakangnya. Namun saat di depan pintu Ethaan segera menarik tangan Cheril, sementara Cheril mau protes enggak berani, yang pendiem gini yang sulit untuk di mengerti, jadi Cheril hanya mengikuti Ethaan berjalan tanpa protes.
Ethaan mengambil keranjang belanjaan yang sedari tadi di pegang Cheril mengsinya dengan roti, camilan, cookies, s**u, bahkan vitamin c pun ikut masuk dalam keranjang belanjaannya.
Cheril bahkan bingung dengan Ethaan, bukannya tadi dia bilang dia ingin beli minum kenapa dia belanja sebanyak itu, sementara dirinya aja belum belanja dan Ethaan sudah membawanya ke kasir.
“Suka chocolate?.” Tanya Ethaan.
“Emmm, suka banget.” Jawab Cheril.
Ethaan mengambil empat chocolate di depan meja kasir.
“Total semuanya seratus dua belas ribu kak, ada tambahan lain?.” Tanya Kasirnya,
“Kamu mau beli apa lagi?.” Tanya Ethaan pada Cheril.
“Hah?.” Sementara Cheril hanya bengong mencerna ucapan Ethaan. Tapi setelah mengerti ucapan Ethaan Cheril hanya mengangguk.
“Itu aja,” Ethaan menyrahkan uang dua ratus ribu pada kasir.
Ethaan mengantar Cheril kembali ke asramanya, tidak mungkin Ethaan meninggalkan Cheril di depan minimarket, apa lagi jarak gerbang utama ke arma butuh waktu dua puluh menit kalau jalan.
“Bisa tolong ambilkan minuman isotonik di plastik enggak?.” Tanya Ethaan. Cheril segera mengambilkan minuman isotonic yang Ethaan maksud, Cheril juga membukakan sekalian penutupnya.
Sambil mengemudikan mobilnya Ethaan menyeruput minumannya, bahkan dalam beberapa kali teguk saja sudah habis.
Ethaan memarkirkan mobilnya di depan asrama Cheril tentu saja tadi bertanya pada Cheril, padahal Ethaan sudah mengetahui semuanya tentang Cheril.
“Ethaan, terimakasih sudah mengantarku kembali ke asrama,” Ethaan hanya mengangguk.
“Hati hati,” Setelah Cheril keluar Ethaan segera melajukan mobilnya, meninggalkan asrama kampus.
Cheril sampai di kamarnya, kedua temannya itu masih saja menggosipkan Elthan, dan Ethaan, andai mereka tadi tau jika dia pulang diantar Ethaan mungkin mereka akan berteriak tidak karuan.
“Cheril lo kemana sih?, tadi kita susulin kebawah lo enggak ada, minimarket tutup,” Tanya Anggika.
“Gue dari minimarket depan kampus,” Balas Cheril, Cheril mengeluarkan belanjaannya di meja mengambil chocolate s**u, dan vitamin yang dibelikan Ethaan, Ethaan sepertinya tau selera Cheril, bahkan camilan camilan yang ada di meja hampir semua makanan kesukaannya.
“Eehhhh, kok bisa keluar sih lo, bukannya ada pengecekan ya di gerbang?.” Tanya Prisila heran, bahkan dia sudah membuka camilan yang di beli Ethaan.
“Emmm tadi bareng sama temen,” balas Cheril, bisakah dia menganggap Ethaan temannya atau mungkin lebih?.
“Temen siapa? Temen lo selain kita siapa lagi coba?.” Tanya Anggika, Anggika tentu saja enggak percaya jika Cheril memiliki teman secalin mereka berdua.
“Ada pokoknya, udah gue laper mau makan,” Cheril mengambil roti isi chocolate, lalu memakannya dengan s**u chocolate juga. Katanya dulu pas Mommynya hamil Mommynya suka chocolate, dan sekarang menurun pada Cheril, dia juga menyukai chocolate tapi dia tidak menyukai pudding. Bahkan pudding chocolate sekalipun, beberapa kali dia mencoba makan pudding walau katanya enak, tapi entah kenapa Cheril tidak suka makanan lembek itu.
“Cheril jangan bohong ya lo, jangan bilang lo di anter cowok ya?.” Tanya Prisila. Cheril langsung tersedak, gila tebakan Prisila tepat banget.
“Enggak kok, cowok siapa coba,,” Elak Cheril.
***
Ethaan baru saja memarkirkan mobilnya di carport, jam delapan malam dia baru sampai rumah, Ethaan ingin segera mandi dan istirahat. Namun sepertinya dia tidak bisa, melihat Daddynya sudah berdiri di teras menunggunya.
“Ada apa Dad?.” Tanya Ethaan, kenapa lagi Daddynya, apa Elthan bikin ulah lagi.
“Tumben aja baru pulang jam segini, pacarana dulu ya?,” Tanya Xander, Ethaan langsung menatap Xander dengan tatapan setajam elang, sial dia sudah kecolongan sama Daddynya, jangan sampai Mommy juga tau..
“Slow boy,, Daddy enggak akan ikut campur, Daddy kira kamu menyimpang, tidak seperti Elthan yang suka gonta ganti pacar. Tapi ternyata tebakan Daddy salah.” Canda Xander, Ethaan langsung menatap objek lain melemaskan otot matanya.
“Ethaan kedalam dulu,” Ethaan segera masuk kedalam rumah, meninggalkan Xander di teras yang sedang tersenyum Ethaan menyukai Cheril, begitu juga dengan Elthan. Menarik, cerita ini bakalan seru, siapa yang akan mendapatkan Cheril nantinya, Xander bahkan tidak sabar untuk melihat Cheril memutuskan siapa yang akan dipilihnya kelak.