BADAI SEBELUM PELITAUpdated at Feb 1, 2024, 16:43
Bagi Pelita, Bryan itu adalah ksatria dalam hidupnya, pria yang menjadi garda terdepan untuk melindunginya, pria yang akan datang paling cepat ketika ia membutuhkannya. Lama-kelamaan, perasaan terlarang itu mulai muncul ke permukaan tanpa diminta. Membuat Pelita terlanjur jatuh ke dalam pesona pria itu. Sehingga Pelita ingin terus menyelam sampai ke dasar, dan tidak bisa lagi melarikan diri dari perasaannya. Bertahun-tahun ia pendam perasaan itu, semata-mata karena tidak ingin menghancurkan hubungan kakak beradik yang telah terjalin diantara keduanya. Namun, segala usaha itu sia-sia karena sebuah mimpi buruk yang sulit diperbaiki.
Bagi Bryan, Pelita adalah penyemangat hidupnya, gadis itu adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan agar ia tidak lagi berpikir untuk mati. Gadis itu telah menyelamatkannya dari serpihan beling yang semakin lama merobek jiwanya. Namun, ombak yang deras menerjang segala mimpi indahnya menjadi sebuah mimpi paling buruk yang pernah ia alami seumur hidupnya. Pelita, yang dulunya ia dambakan, menjadi salah satu sosok yang paling ia benci.
Rasa benci itu terlampau besar, hingga dengan satu kalimat menyakitkan dari bibirnya, Bryan membuat Pelita pergi. Namun, Pelita tidak akan membiarkan kisah cinta mereka berakhir tragis begitu saja. Pelita akan muncul, meskipun Badai menghadangnya.