''Apa mereka memberiku pilihan, tidak kan?" Jawab Radit dengan geram "Jadi memang aku harus menerima keputusan ini. Lalu bagaimana dengan kamu?"
pandangan Radit terpaku pada deburan ombak di pantai Losari, gulungan ombak itu serupa perasaannya yang karut terbawa arus dan terhempas di antara batuan karang, memecahkan semua harapan yang kini menampakan buih kerinduan.
"Jika Qais menganggap Laila adalah mentari yang sinarnya berkilauan, maka bagiku Radit adala mentari yang menyinari suramnya hidupku"
-Mutiara Senja-
Kiara yang terbangun di pagi hari, dikejutkan oleh fakta jika ia telah menjadi isteri atasanya.
Bagaimana bisa?
Bahkan gadis itu sangat yakin jika belum pernah menikah dengan siapapun.
"Jika kamu fikir aku sangat bahagia menjadi isteri CEO seperti kamu, itu salah, aku benci dan menyesal pernah bertemu dengan kamu." nafas Kiara naik turun tak beraturan meluapkan amarahnya.
****
Kiara gadis ceria, ramah dan sederhana dengan segala pesona dan kepintaran yang ia miliki, membuatnya banyak disukai oleh teman-temanya. Namun di balik itu semua tidak ada yang mengetahui jika kehidupanya penuh liku dan luka.
Hingga suatu pagi, Kiara terbagun dengan dengan keadaan kacau. Saat itu, ia tahu hidupnya tidak lagi sama.
Ricco Adhi Wijaya, seseorang yang dulu Kaira kagumi karana kebaikan dan wibawanya. Namun kini justru membuat hidup Kiara semakin kacau.
Kiara berjanji mulai hari ini, ia akan membenci lelaki itu. Lelaki yang ternyta adalah bagian dari masalalunya.
"Aku menepati janji pada Alm. Pak Hermawan untuk menjagamu, dan ini cara ku."
Ricco Adhi Wijaya.
“Arkana Wiramandala,” nama lengkap Bujang lanang dari kota kecil di Jawa Barat, Indramayu ‘kota Mangga' demikian sebutanya, Kota dimana tidak berdiri Megah Candi-candi, atau indah deretan bukit-bukit dan Pegunungan, seperti kota-kota wisata lainnya di Indonesia.
Berbekal 'Ijazah SMA,’ Arkana menantang kerasnya hidup di ibukota. Kota dimana ia bertemu seseorang yang selalu menciptakan senyum dan sekaligus menghancurkanya di waktu yang sama.
Diyyara ialah nama gadis yang selalu Arkana puja di sing dan malam, seolah nadinya kan terhenti jika sehari saja tidak memandang wajah ayu wanitanya.
Di hiruk pikuk Kota dan riuh realita dunia adanya, sungguh tak ada yang sanggup mendengar gelegak Jiwa Sang Bujang yang sedari tadi menahan hentakan rasa, setelah mendengar suatu kenyataan yang harus ia terima....
“Diyy...kemarin sepertinya aku tidak pernah mendekapmu, rasakan kehangatan mu, merindukan mu, apalagi untuk memiliki mu itu tidak mungkin kan, Di? Iya Diy itu seprtinya tidak mungkin. Diy... Selama ini, sepertinya aku hanya memeluk kabut, hanya memeluk Kabut... bukan kamu.”
by Malebbi