Story By Jakaria Peras
author-avatar

Jakaria Peras

ABOUTquote
Aku adalah sang waktu Yang berwujud bisu Berlalu bagai angin lalu
bc
RUMAH DI BATAS SENJA
Updated at Jun 1, 2025, 19:56
Novel_Santo_dan_Santi‎Penulis Cerita: Jakaria ‎Sinopsis‎‎Judul Novel:‎RUMAH DI BATAS SENJA‎‎‎---‎‎Sinopsis:‎Santo dan Santi, sepasang kekasih muda dari kota, memutuskan tinggal sementara di sebuah desa terpencil demi menyelidiki warisan lama keluarga Santo: sebuah rumah tua yang telah puluhan tahun kosong. Namun, sejak mereka menginjakkan kaki di rumah itu, malam-malam mereka tak lagi tenang. Bisikan, bayangan, dan jeritan dari ruang-ruang kosong mulai menghantui. Ternyata, rumah itu menyimpan tragedi cinta berdarah dari masa lalu yang belum menemukan jalan damainya.‎‎Sambil mempertahankan cinta mereka, Santo dan Santi harus melawan roh-roh penasaran, menggali rahasia kelam keluarga Santo, dan menyatukan jiwa-jiwa terkutuk yang menghuni rumah tersebut—sebelum cinta mereka sendiri ikut dikorbankan oleh kutukan berdarah yang tak mengenal waktu.‎‎‎---‎‎Karakter Utama:‎‎1. Santo Aksara – 25 tahun, pendiam, rasional, dan sedikit skeptis. Mewarisi rumah tua dari nenek buyutnya. Di balik sikap tenangnya, ia menyimpan rasa bersalah karena masa lalunya.‎‎‎2. Santi Lestari – 23 tahun, penuh empati, sensitif terhadap hal-hal gaib. Cinta tulusnya kepada Santo membuatnya berani tinggal di rumah angker itu.‎‎‎3. Nyai Ranti – Roh penasaran dari masa lalu yang menghantui rumah tersebut. Dulu seorang pengantin yang dibunuh sebelum malam pernikahannya. Kini, ia haus akan keadilan dan darah.‎‎‎4. Pak Suro – Kepala desa yang tahu sejarah rumah itu, tetapi takut mengungkap semuanya.‎‎‎5. Gendis – Gadis desa yang diam-diam menyukai Santo dan sering membantu Santi, tapi menyimpan rahasia besar.‎‎‎‎‎---‎‎Alur Cerita (Secara Umum):‎‎Awal:‎Santo dan Santi tiba di desa, berkenalan dengan warga sekitar. Mereka tinggal di rumah tua dan mulai mengalami kejadian aneh.‎‎Tengah:‎Misteri demi misteri terkuak: suara tangisan tengah malam, lukisan yang berubah ekspresi, pintu yang mengunci sendiri. Santi mulai kerasukan Nyai Ranti. Hubungan mereka teruji karena tekanan gaib dan rasa takut.‎‎Konflik Sub-Plot:‎‎Gendis mulai memisahkan Santi dan Santo secara halus, karena cinta lamanya pada Santo.‎‎Masa lalu keluarga Santo yang ternyata terlibat dalam pembunuhan Nyai Ranti.‎‎Roh-roh lain yang ikut bangkit karena dendam belum terbayar.‎‎‎Akhir:‎Puncak konflik terjadi saat Santi nyaris dijadikan tumbal. Santo harus memilih: meninggalkan rumah dan menyelamatkan diri, atau berhadapan langsung dengan roh terkutuk. Dengan bantuan Pak Suro dan pengorbanan dari Gendis, mereka akhirnya berhasil menyucikan rumah tersebut. Tapi cinta mereka tak lagi sama.‎‎---‎‎Tunggu tayangnya ya, yang jelas waktu uploadnya jam 15:30 🙏🥰🙏☕☕🥪🍞🌹🌺🌹‎
like
bc
CINTA DI ANTARA YANG TAK MUNGKIN (Jakaria)
Updated at Apr 21, 2025, 02:07
CINTA DI ANTARA YANG TAK MUNGKINBab 1: PERTEMUAN YANG MENGUSIK Ari duduk di sudut sebuah kafe kecil di pinggiran kota Cibinong, jemarinya menggenggam cangkir kopi hitam yang masih mengepulkan asap tipis. Pria berusia empat puluh tahun itu baru saja menyelesaikan satu bab dari novel yang sedang ia baca ketika pintu kafe terbuka, diiringi suara lonceng kecil yang menggantung di atasnya. Mata Ari terangkat dari halaman buku, dan di sanalah ia melihatnya—Lia.Perempuan itu melangkah masuk dengan hati-hati, mengenakan blouse krem sederhana dan celana panjang hitam. Rambutnya diikat setengah, memberi kesan anggun namun tetap santai. Ari tidak bisa menahan diri untuk tidak memperhatikannya lebih lama dari yang seharusnya. Ada sesuatu dalam cara Lia membawa dirinya, sesuatu yang mengingatkannya pada masa lalu—pada perasaan yang lama ia tinggalkan.Lia, yang tinggal di Tangerang, memesan secangkir teh hangat, lalu memilih meja yang tidak terlalu jauh dari tempat Ari duduk. Ketika mata mereka bertemu, ia tersenyum sopan. Ari mengangguk singkat, mencoba tetap tenang meski dadanya tiba-tiba terasa sesak.Tak lama, pelayan mengantarkan pesanannya, dan tanpa diduga, sebuah buku jatuh dari tas Lia ke lantai. Refleks, Ari berdiri dan mengambil buku itu sebelum Lia sempat membungkuk."Milikmu?" tanya Ari sambil menyerahkan buku tersebut.Lia mengangguk. "Terima kasih. Kamu suka membaca juga?"Ari melirik sampul buku yang masih dalam genggamannya—judul yang akrab baginya, novel klasik yang sudah beberapa kali ia baca. Ia tersenyum samar. "Bisa dibilang begitu. Buku ini bagus."Percakapan sederhana itu menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang tidak seharusnya terjadi. Namun, takdir terkadang memiliki caranya sendiri dalam mempermainkan perasaan manusia. Ari tahu, Lia adalah perempuan bersuami, seorang ibu dari dua anak. Tapi mengapa, sejak pertemuan itu, hatinya terusik dengan kehadiran perempuan ini?(Bersambung ke bab 2)
like