Masa Lalu yang Salah AlamatUpdated at May 6, 2026, 17:25
"Wanita sepertimu hanya tahu cara bekerja keras mencari pria yang bisa memberimu kehidupan mewah. Setelah aku hancur dulu, kamu pergi begitu saja. Dan sekarang, saat aku sudah sukses, kamu malah memilih sahabatku sendiri?"
"Aku tidak pernah tahu kalau Pandu adalah sahabatmu!" bela Aurel dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu pergi begitu saja karena aku tidak lagi berguna untukmu, bukan?"
"Aku pergi? Sat, sadarlah! Aku tidak pernah meninggalkanmu! Aku menunggumu setiap hari, tapi kamu yang menghilang tanpa kabar! Kamu pergi tanpa sepatah kata pun seolah aku ini sampah yang tidak layak diberi penjelasan!"
"Aku punya bukti semua pesan dan teleponku yang tidak pernah kamu balas, Sat! Kamu yang pengecut!" suara Aurel meninggi, napasnya memburu.
"Cukup, Aurel! Jangan harap aku akan percaya pada mulut manismu itu lagi!" Satria mencengkeram tepi meja, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Aurel.
"Aku ke sini bukan untuk bernostalgia, tapi untuk mengingatkanmu. Pandu adalah sahabatku. Aku tidak akan membiarkan dia berakhir tragis sepertiku karena ulahmu,"