Story By Pidela
author-avatar

Pidela

ABOUTquote
penulis baru di dreame berharap bisa seperti penulis lainnya. yang berhasil dalam cerita mereka. Dan bisa berkembang dalam menulis terus menerus. jangan lupa untuk follow dan vote terus komen ya!
bc
Godaan Gadis Perawan
Updated at Sep 21, 2026, 00:48
"Masa hari gini masih 'suci'? Kuno banget!" . Ejekan yang menggema di telinga Jessica Jane (23) akhirnya menghancurkan batas kesabarannya. Lelah terus-menerus dijadikan bahan tertawaan, ia nekat melangkah ke klub malam dengan satu misi gila menyerahkan kesuciannya malam ini juga. Namun, alih-alih menemukan pria tampan, ia justru masuk perangkap pria tua hidung belang yang hampir memperkosanya. . Di detik-detik paling menegangkan, sebuah tangan kekar menariknya menjauh. Regan Anggara (31), pria matang berparas menawan dengan aura dominan, hadir bak penyelamat. Satu tindakan heroik Regan cukup untuk membuat Jessica jatuh hati sejatuh-jatuhnya. . Masalahnya, Jessica bukan cuma jatuh cinta, tapi juga nekat! . "Mas Regan penyelamatku, kan? Daripada pria tua tadi, lebih baik Mas saja yang tiduri aku!" seruh Jessica gamblang, menyudutkan Regan di koridor. . Regan memijat pelipisnya, menatap Jessica dengan tatapan tak percaya. "Kamu gila, Jessica! Pulang sekarang dan benahi otakmu, bukannya meracau minta ditiduri!" . "Aku tak peduli dibilang gila! Mulai detik ini, aku cuma mau Mas Regan!" . Regan menolak tegas, menganggap Jessica hanyalah bocah labil yang hilang arah. Namun, makin keras Regan membenteng diri, makin gila-gilaan Jessica melancarkan godaan demi menaklukkan sang penyelamat.
like
bc
Gairah CEO Impoten
Updated at Sep 20, 2026, 21:56
"Sialan! Kenapa masih tidak bisa?!" . Gilang Admaja menggeram frustrasi, menghempaskan punggungnya ke kursi kebesaran CEO. Di usianya yang ke-31, dia memiliki segalanya: kekuasaan, ketampanan, dan kekayaan yang tak habis tujuh turunan. Namun, ada satu rahasia kelam yang menghancurkan harga dirinya—aset berharganya tak pernah sekalipun berdiri tegak. Layar monitornya selalu menyajikan adegan panas, puluhan wanita panggilan paling mahal telah dia bayar, tetapi segalanya tetap 'mati' tanpa gairah. . Gilang mulai percaya dirinya benar-benar bernasib malang. Sampai hari itu tiba. . Tok, tok. . "Pak Gilang, ini berkas laporan yang Bapak minta," suara lembut mengalihkan perhatiannya. . Sekar Anggini masuk dengan kemeja kancing tertutup rapat hingga leher dan rok span di bawah lutut. Tampak luar, dia hanyalah sekretaris sok polos yang membosankan. Namun, saat Sekar membungkuk meletakkan dokumen, mata Gilang tak sengaja menangkap lekuk tubuh yang tersembunyi di balik pakaian longgar itu. Dada yang terlampau berdesakan dan pinggul berbobot yang begitu menggoda. . Seketika, darah Gilang mendidih. Sebuah sengatan panas menjalar cepat ke area bawah perutnya—perasaan asing yang tak pernah dia rasakan seumur hidupnya. Asetnya yang selama ini mati, mendadak bangkit keras dan menegang hebat! . Gilang berdiri, melangkah pelan memotong jalan keluar Sekar, lalu mengunci pintu ruangannya. . "P-Pak Gilang? Ada apa?" Sekar mundur ketakutan, dadanya naik turun dengan gairah yang tanpa sadar terpancar dari matanya. . Gilang tersenyum miring, menatap sekretarisnya dengan tatapan lapar yang sanggup melumat. "Ternyata selama ini aku tak butuh wanita berpengalaman, Sekar... Aku hanya butuh kepolosanmu untuk berada di atas ranjangku." . Apakah Sekar sanggup menahan gairah panas sang CEO yang akhirnya berhasil terbangun dari tidur panjangnya?
like