Story By camellie
author-avatar

camellie

ABOUTquote
Contact me at email wordsofquote@gmail.com thankyou so much
bc
Jingga di Balik Bayangan
Updated at Jan 7, 2026, 09:19
​Judul: Jingga di Balik BayanganGenre: Romansa Kontemporer, Slow Burn, Drama​Ringkasan Plot​Aluna Paramita adalah seorang arsitek muda yang berdedikasi, berpegang teguh pada logika, dan memiliki masa lalu yang membuatnya takut akan keterikatan. Ia ditugaskan untuk merenovasi museum seni bersejarah di jantung kota. Tugas ini seharusnya menjadi puncak kariernya, tetapi rencana itu Buyar saat ia berhadapan dengan pemilik museum yang baru.​Ravian Ananta adalah pewaris karismatik sekaligus seorang fotografer misterius yang baru kembali dari perjalanan keliling dunia. Ravian dingin, sinis, dan memancarkan aura bahaya yang menarik. Ia membenci ide modernisasi dan melihat setiap sentuhan baru pada museum peninggalan keluarganya sebagai pengkhianatan.​Pertemuan pertama mereka adalah tabrakan antara api (Ravian, yang impulsif dan penuh gairah terpendam) dan es (Aluna, yang terstruktur dan defensif). Setiap diskusi proyek berubah menjadi pertarungan sengit yang penuh ejekan tajam dan tatapan yang saling menantang.​Namun, di tengah puing-puing bangunan lama yang mereka kerjakan, Aluna mulai melihat kerapuhan di balik benteng Ravian, dan Ravian mulai terobsesi dengan ketenangan Aluna yang menyembunyikan badai emosi. Ketegangan profesional perlahan melebur menjadi gairah yang tak terucapkan. Sebuah sentuhan tak sengaja di lorong gelap, bisikan saat larut malam membahas sketsa, atau tatapan mata terlalu lama di bawah cahaya jingga sore—semua membangun tembok chemistry yang siap runtuh kapan saja.​Mereka harus memilih: tetap pada pertahanan diri mereka, atau menyerah pada tarik-menarik tak terhindarkan yang mengancam untuk membakar semua yang mereka yakini tentang cinta dan profesionalisme.
like
bc
Bunga Mekar Di Tengah Badai
Updated at Jan 7, 2026, 09:30
​Sinopsis​Aurelia "Aura" Sanjaya adalah arsitek muda yang sukses dan ambisius. Di usianya yang ke-29, ia sudah memiliki biro desain sendiri, didorong oleh etos kerja yang keras dan janji pada dirinya untuk selalu mandiri. Namun, kemandirian finansialnya berbanding terbalik dengan pilihan hatinya.​Aura menikahi Reno Adrian, seorang fotografer freelance yang karismatik, penuh perhatian, dan mampu membuatnya merasa dicintai dan rapuh. Reno adalah escapism dari dunia pekerjaan Aura yang dingin dan penuh perhitungan. Aura mencintai Reno dengan tulus, mencintai senyumnya, cintanya yang hangat, dan semangatnya yang bebas.​Namun, cinta itu perlahan memudar menjadi penyesalan. Reno ternyata adalah 'mokondo' sejati—modal-kolor-doang. Reno kesulitan mempertahankan pekerjaan, utang kartu kreditnya menumpuk, dan ia mulai terbiasa meminta 'pinjaman' yang tidak pernah kembali dari Aura. Awalnya puluhan juta untuk modal usaha, kini bahkan untuk kebutuhan sehari-hari. Bisnis desain Aura yang seharusnya menjadi pundi-pundi tabungannya, kini beralih fungsi menjadi 'bank' pribadi Reno.
like