"Pack your bags and get out."
"Not a chance, Captain. I paid for this room, and I'm not leaving."
Rose Murphy just walked into her worst nightmare: a double-booked apartment with Drake Morvane, Toronto’s star hockey captain, resident golden boy, and the most frustratingly handsome man she has ever laid eyes on.
Drake is a man of rules, ice, and absolute focus. He doesn't do roommates. He definitely doesn't do distractions. But with no other housing options available, they are forced to strike a deal: live together, stay out of each other's way, and never—under any circumstances—cross the line.
It sounds simple enough. Until shared keys turn into late-night kitchen run-ins, and a fake truce turns into very real, scorching-hot tension.
Can the grumpy captain protect his heart, or will the one girl he never saw coming completely melt his ice?
"Kamu sangat ceroboh padahal bukan Agen baru."Jantung Arabelle berdetak kencang, ia ingat sekali mendengar suara ini tadi pagi di kampus. Suara dosen barunya yang masih muda, dingin dan sangat tegas. Malam ini Arabelle mendapat misi untuk menyusup bersama partner barunya yang ternyata adalah senior Agen di Vanguard Elite. "Kamu tahu apa kesalahan terbesar Agen?" Arabelle terdiam, mendengarkan Henry bicara di antara hujan malam ini."Menaruh kepercayaan pada seseorang... Dan aku, telah melakukan itu padamu."Suara gemericik hujan satu-satunya pemecah keheningan di antara mereka. Tetapi ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya sedang perlahan runtuh, yaitu batas profesional, moral, dan rahasia yang selama ini mereka sembunyikan. Karena Henry Kaito bukan hanya profesornya, dan Arabelle Haugen bukan sekadar mahasiswi biasa. Dalam dunia Agen, tempat kebohongan adalah senjata dan cinta dianggap kelemahan... hubungan mereka mungkin menjadi misi paling berbahaya yang pernah ada.
Under every Blood Moon, a woman from the Haugen bloodline disappears.
Vaelora Haugen thought it was just a coincidence until she found her name written in an ancient book belonging to her family.
Kaelith Vaeltharion Morveth, a man who had lived for hundreds of years by sacrificing girls chosen by fate, and he never hesitated.
He has done so until now.
But now, the chosen girl looks at him a little differently. She looks at him like a human.
And loving that girl might cost him his immortality.
Tambahkan cerita ini ke perpustakaan mu lalu jadi penggemar, dan jadilah saksi perjalanan kisah cinta antara Sarah dan Calvin!
Di saat sedang lelah dengan pekerjaan di rumah sakit, Sarah Vleryn seorang Dokter di Rumah Sakit Kota Leafield, di berikan penawaran oleh Calvin Alistair Sang Wali Kota Leafield yang selalu menyembunyikan ketampanan di balik maskernya itu, untuk menemaninya datang ke sebuah acara pertemuan yang ada di Kota Sandfield. Sebagai gantinya ia akan di beri cuti dan masa liburan gratis ke pantai yang indah. Acara di Sandfield membuat Sarah merasakan musim panas yang benar-benar panas. Calvin Alistair mengajaknya kencan kontrak yang membuat hatinya jadi membara seperti musim panas!
Apakah Sarah bisa menahan diri untuk tidak tergoda dengan Sang Wali Kota?
Malam itu Julia di Putuskan oleh Seano setelah berkencan selama empat tahun lamanya. Demi menghibur diri, Julia menerima ajakan sang kakak untuk datang ke sebuah pesta dimana ia bertemu dengan seorang Pria tampan bernama Ravi.
Ravi langsung mengajaknya berkencan, bahkan pria itu sudah mengetahui nama Julia meski mereka belum berkenalan. Inikah yang di sebut jatuh cinta pada pandangan pertama?
Julia menolaknya karena ia masih merasa patah hati, tapi ternyata keesokan harinya ia bertemu kembali dengan Ravi yang ternyata adalah CEO di kantor tempat kerjanya yang baru!