Story By Birulangit
author-avatar

Birulangit

ABOUTquote
hai
bc
THE SECOND DEVIL
Updated at Feb 15, 2023, 15:31
“Tuan, apakah kau benar-benar ingin membuat istrimu mati?” Jacob menganggukkan kepalanya. “Aku senang melihat wanita sialan itu menderita. “ senyum licik tercetak jelas di bibirnya. Andai Aluna tahu jika pernikahan beberapa bulan yang lalu akan membawanya pada penderitaan neraka dunia, mungkin ia akan bersumpah tak akan menuruti wasiat terakhir kakeknya sebelum meninggal dunia. Menggertakkan gigi setelahnya, pasangan itu tak pernah melakukan pernikahan sebagaimana normalnya suami istri. Di tambah tuntutan dari Daddy nya Jacob yang ingin segera mempunyai cucu laki-laki pewaris tahta membuat Aluna benar-benar berada dalam kurungan para iblis. Sekarang suaminya tidak hanya berselingkuh, dia juga ingin membunuhnya. “Oh ayolah Jacob, kita bisa berpisah bukan? Kau tak harus memakai tenaga untuk membunuhku.” Ucap Aluna sedikit memohon. Jacob tertawa renyah, “Aluna mengapa kau tak memohon dengan membuka semua pakaianmu saja?” Mata Aluna terbelalak, tetapi jika Jacob sudah berbicara seperti itu maka ia tak main-main dengan ucapannya. Lalu apa yang harus Aluna lakukan sekarang? Apakah dirinya harus merendahkan diri untuk sebuah nyawa yang sangat berharga.
like
bc
KABUT DENDAM
Updated at Oct 7, 2022, 07:35
Kisah antara anak pramuka yang sedang melaksanakan pelantikan di sebuah pantai. Dia harus bertemu dengan seorang tentara yang mampu mengubah prinsip hidupnya. Dan ternyata dia adalah teman masa kecilnya sendiri.
like
bc
TERJEBAK DENGANMU
Updated at Apr 29, 2022, 19:32
“Kenapa motornya, dek?” tanya seorang pria, sambil turun dari motornya. “Lupa isi bensin.” Jawab Naira. Pria berompi hitam yang ternyata dari kepolisian itu mengangguk, ia berjalan ke arah motornya, mengambil kemasan air mineral yang masih utuh, dan memberikannya pada Naira. Petugas kepolisian itu kembali mengulurkan botol aqua saat wanita itu bergeming. “Enggak, deh. Naira gak haus, Pak.” Naira menolak dengan sopan. Ada rasa takut jika air itu sudah di campur dengan obat bius dan semacamnya. Hati-hati kan memang di perlukan. Walaupun dia bertemu dengan polisi sekalipun. Pak polisi itu mengangguk, dia membuka kemasan air mineral dengan sekali putaran, meminumnya langsung dihadapan Naira. Sampai-sampai Naira meneguk saliva nya sendiri. Terlihat seksi saat pria itu minum, air yang masuk terlihat jelas di tenggorokannya. Naira juga jadi merasa haus. “Ck. Naira juga haus.” Decaknya, membuat pak polisi itu menghentikan minum. “Sepertinya tidak ada air lagi, deh.” Jawab petugas kepolisian sambil mengabrik-abrik dasboard depan. Naira kembali berdecak. “Mau..itu aja, Pak.” Petugas kepolisian segera membulatkan matanya saat Naira merebut kemasan botol aqua yang tinggal sisa setengah. Naira segera meneguknya sampai tandas. “Kamu minum bekas saya?” “Gak usah kaget gitu, Pak. Nanti saya ganti kalau bapak gak ikhlas. Hmmm... Pak Kenzi.” Ujar Naira, setelah dia membaca name tag yang tak terlalu terlihat di depan baju Kenzi. Polisi yang bernama Kenzi itu menggelengkan kepalanya pelan. “Tadi saya tawarkan gak mau. Padahal aqua nya masih baru, gak saya kasih racun.” Naira tertawa, menampilkan gigi putih kelincinya. “Lagian bapak ngapain minum dekat saya, sengaja ya? Biar saya mau? Saya jadi minum bekas bapak, kan?” “Gak apa-apa. Biar kamu pinter kalau minum bekas saja.” “Mana bisa gitu lah, gak ada gen yang diturunkan. Kecuali nanti, calon anak kita pasti pintar.” Jawab Naira. Membuat pria berwajah bak Dewa itu tak berkutik sedikitpun. “Dasar anak kecil!”
like