TERJEBAK DENGANMUUpdated at Apr 29, 2022, 19:32
“Kenapa motornya, dek?” tanya seorang pria, sambil turun dari motornya.
“Lupa isi bensin.” Jawab Naira. Pria berompi hitam yang ternyata dari kepolisian itu mengangguk, ia berjalan ke arah motornya, mengambil kemasan air mineral yang masih utuh, dan memberikannya pada Naira.
Petugas kepolisian itu kembali mengulurkan botol aqua saat wanita itu bergeming.
“Enggak, deh. Naira gak haus, Pak.” Naira menolak dengan sopan. Ada rasa takut jika air itu sudah di campur dengan obat bius dan semacamnya. Hati-hati kan memang di perlukan. Walaupun dia bertemu dengan polisi sekalipun.
Pak polisi itu mengangguk, dia membuka kemasan air mineral dengan sekali putaran, meminumnya langsung dihadapan Naira. Sampai-sampai Naira meneguk saliva nya sendiri. Terlihat seksi saat pria itu minum, air yang masuk terlihat jelas di tenggorokannya. Naira juga jadi merasa haus.
“Ck. Naira juga haus.” Decaknya, membuat pak polisi itu menghentikan minum.
“Sepertinya tidak ada air lagi, deh.” Jawab petugas kepolisian sambil mengabrik-abrik dasboard depan.
Naira kembali berdecak. “Mau..itu aja, Pak.”
Petugas kepolisian segera membulatkan matanya saat Naira merebut kemasan botol aqua yang tinggal sisa setengah. Naira segera meneguknya sampai tandas.
“Kamu minum bekas saya?”
“Gak usah kaget gitu, Pak. Nanti saya ganti kalau bapak gak ikhlas. Hmmm... Pak Kenzi.” Ujar Naira, setelah dia membaca name tag yang tak terlalu terlihat di depan baju Kenzi.
Polisi yang bernama Kenzi itu menggelengkan kepalanya pelan. “Tadi saya tawarkan gak mau. Padahal aqua nya masih baru, gak saya kasih racun.”
Naira tertawa, menampilkan gigi putih kelincinya. “Lagian bapak ngapain minum dekat saya, sengaja ya? Biar saya mau? Saya jadi minum bekas bapak, kan?”
“Gak apa-apa. Biar kamu pinter kalau minum bekas saja.”
“Mana bisa gitu lah, gak ada gen yang diturunkan. Kecuali nanti, calon anak kita pasti pintar.” Jawab Naira. Membuat pria berwajah bak Dewa itu tak berkutik sedikitpun.
“Dasar anak kecil!”