Kisah EditorialUpdated at Jan 15, 2020, 00:57
Pretoria, Afrika Selatan - “Situasi di Afrika Selatan masih sangat menantang bagi kita untuk dapat penetrasi pasar lebih dalam dan membawa beragam produksi tanah air ke sini. Pada tahun 2019, beberapa indikasi positif sudah kita dapatkan, mulai dari komitmen beberapa perusahaan tanah air mengirimkan perwakilan di Afrika Selatan, hingga rencana investasi baru perusahaan Afrika Selatan ke Indonesia. Beberapa perjanjian seperti Perjanjian Kerja Sama Pertahanan dan MoU Bidang Perikanan, sudah sampai proses akhir. Kita harapkan tahun 2020 membawa perkembangan yang menggembirakan” Demikian pernyataan Dubes RI di Pretoria, Salman Al Farisi, membuka tahun 2020.
Sejak tahun 2015, tren perdagangan RI-Afrika Selatan menunjukan grafik yang fluktuatif. Dubes RI tidak terlalu mengkhawatirkan neraca perdagangan RI-Afrika Selatan tahun 2018 yang menunjukkan surplus bagi pihak Afrika Selatan. Pembelian barang modal yang meningkat dari Afrika Selatan menunjukkan kegiatan produktif di Indonesia, utamanya terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur yang intensif beberapa tahun terakhir. Indonesia masih memiliki potensi besar untuk menambah ekspor non migas seperti produk otomotif, kelapa sawit serta produk makanan dan minuman ke negara-negara Afrika Sub Sahara.