S.N. Alya lahir pada bulan Januari 1987. Dalam kehidupan sehari-,harinya, kini menjalani peran sebagai seorang istri, ibu, wanita karier, sekaligus pengusaha.
Kecintaannya terhadap dunia menulis telah tumbuh sejak masa kecil. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah terbiasa menuliskan berbagai cerita pendek dan komik sederhana. Minat ini terus berkembang hingga masa perkuliahan, di mana ia aktif dalam seni akting (teater) dan menulis naskah drama panggung. Beberapa karyanya antara lain Cahaya, Penari Jaipong, Bapak, Ande-Ande Luput, dan berbagai judul lainnya yang pernah dipentaskan.
Selain menulis, S.N. Alya juga memiliki kecintaan yang mendalam terhadap seni tari. Berbagai tarian tradisional maupun modern pernah ia bawakan di berbagai acara, menjadikannya sosok yang memadukan kreativitas dalam kata dan gerak.
Salah satu motivasi terbesarnya dalam berkarya adalah keinginan untuk menumpahkan cerita-cerita kehidupan ke dalam tulisan. Baginya, menulis bukan sekadar hobi, melainkan jalan untuk menghadirkan pengalaman, perenungan, dan keindahan yang bisa dinikmati, disyukuri, serta dijadikan pelajaran hidup oleh banyak orang.
Dengan keyakinan bahwa hidup adalah seni, hidup adalah keindahan, dan hidup adalah perenungan, S.N. Alya terus menulis sebagai wujud pengabdian pada dunia sastra dan kehidupan.
Leon., Sosok yang bagi dunia tampak sempurna_ Tampan, cerdas, penuh wibawa, dan selalu tahu cara berbicara dengan hati yang paling rapuh. Tetapi tidak ada yang benar-benar tahu apa yang tersembunyi di balik tatapan matanya yang dalam.
Ada sesuatu yang gelap.
Sesuatu yang tidak pernah selesai.
Sesuatu yang terus menjeratnya: OBSESI.
Di balik karismanya, Leon terperangkap di dalam jaringan hubungan yang ia ciptakan sendiri__ hubungan yang tak pernah bernama, tak pernah jujur, tak pernah utuh.
Marsya, dosen sekaligus pacar gelapnya, yang tahu rahasia Leon paling kelam.
Cindy, teman kuliah yang menjadikan Leon sebagai selingan, sedangkan Leon justru menjadikannya pelarian.
Rani, sahabat yang mencintainya dengan tulus namun hanya ia jadikan tempat kembali saat ia hancur.
Melda, tunangan dari perjodohan keluarga. Wanita dengan dahaga yang tak pernah padam__ yang mengikat Leon dengan tubuh, bukan hati.
Laras, satu-satunya cinta sejati. Cinta yang paling jernih, yang paling ia rindukan… namun juga yang paling ia sakiti...
Kiara, pasangan yang ia nikahi karena ta’aruf__ hubungan yang seharusnya suci, namun justru menjadi panggung bagi luka-luka yang Leon belum sanggup sembuhkan.
Leon mencintai banyak, disentuh banyak, dimiliki banyak__ tetapi tidak pernah benar-benar utuh pada siapapun.
Ia selalu kembali kepada rasa kosong yang sama.
Kosong yang memakan dirinya perlahan.
Sampai suatu hari, rahasia, cemburu, dan pengkhianatan saling bertabrakan. Dan di saat cinta sejati akhirnya menuntut untuk diperjuangkan, Leon harus memilih.
Melepaskan semua obsesi gelap yang pernah memberinya kenikmatan sekaligus neraka…..
Atau tenggelam selamanya dalam bayangan dirinya sendiri.... ?
Karena pada akhirnya, yang paling menakutkan bukanlah kehilangan orang lain—
Tetapi kehilangan diri sendiri.
Ada cinta yang lahir bukan dari rencana, tapi dari keberanian yang ugal-ugalan.
Riyan dan Nayla—
Mereka resmi pacaran
tanpa saling cinta,
tanpa saling kenal sepenuhnya.
Hanya karena satu hal:
keberanian Riyan yang ugal-ugalan.
Cinta yang polos—namun cerita cintanya melegenda hampir dua dekade.
Riyan dan Nayla—
dua mahasiswa semester dua, sama-sama polos, sama-sama jujur,
jatuh cinta tanpa tahu cara mencintai dengan benar.
Ini bukan kisah cinta sempurna.
Ini kisah nyata.
Dan lukanya… dipilih dengan sadar.
Siap jatuh cinta… dan patah bersama Nayla?
Kadang, cinta datang bukan untuk dimiliki… melainkan hanya untuk disyukuri.
Leon __ suami tampan yang selalu diremehkan istrinya.
Dinda __ istri setia yang terjebak dalam pernikahan tanpa cinta.
Mereka bertemu di tengah prahara rumah tangga !! Suami yang direndahkan istri bertemu wanita yang hidup tanpa cinta.! Mereka saling mengisi kekosongan.
Leon kembali merasa menjadi pria sejati…
Dinda akhirnya merasakan hangatnya cinta yang tak pernah ia dapat dari suaminya.
Tapi…
Bagaimana jika cinta itu hanyalah sebuah dosa yang manis?
Bagaimana jika takdir justru menjauhkan, bukan menyatukan?
“Bukan Kita yang Ditakdirkan”
Sebuah kisah terlarang yang akan mengaduk-aduk emosi, membuatmu bimbang antara mendoakan cinta mereka bertahan… atau mengutuk hubungan yang salah ini.
Siap-siap baper, emosi, bahkan ikut jatuh cinta pada kisah yang salah… tapi indah.