Cinta pertamanya adalah aku. Pelarianku tak pernah ada....
Sejak kecil, lelaki itu sudah memilihnya.
Bukan sebagai teman. Bukan sebagai kenangan.
Melainkan sebagai pemiliknya.
Tahun-tahun berlalu, dan ketika mereka bertemu kembali, ia tak lagi sebagai anak lelaki yang lemah. Ia sudah menjadi seorang pria. Dingin, berkuasa, dan terlalu mengenalnya. Sementara perempuan itu tidak sadar bahwa pertemuan mereka bukan kebetulan, melainkan akhir dari penantian panjang.
Ia ingin pergi.
Namun lelaki itu tak pernah memberi jalan.
Karena obsesi yang tumbuh sejak kecil tidak mengenal kata melepaskan.
Dan cinta yang dimulai terlalu dini, berubah menjadi ikatan seumur hidup.
warning 21+
warning 21+
bacalah sesuai dengan usia anda, konten ini mengandung unsur-unsur yang tidak diperuntukkan untuk anak-anak atau remaja!!
Adeline adalah wanita muda mampu memikat banyak mata pria, namun dia tak menggubris dan fokus dengan kesendiriannya dan memilih untuk fokus pada karirnya. Bukan hanya karna pemilih namun karna masa lalu yang cukup kelam membuat dia trauma dengan lelaki apalagi yang hanya ingin kecantikannya.
Diusia yang hampir menginjak 25 tahun, usia yang muda namun cukup matang untuk menikah membuat orangtuanya khawatir karena putri semata wayang tak juga membawa calon pendamping atau sekedar mengenalkan teman lelakinya.
Rain yang terbanyang masa lalunya membuat ia terbelenggu dan tak tau harus membawanya ke masa depannya kemana. apakah dia harus melupakan kenangannya dan memulai hidup baru atau berdamai dengan masa lalunya? namun wanita itu? sungguh menghantuinya setiap malam. Cinta, emosi, amarah, rasa bersalah yang amat mendalam membuatnya makin kalut.
Mau tau kelanjutannya?? Let's check this out!!!!!!
This is for 21+.
Bijaklah dalam memilih bacaan. Ambil sisi positifnya buang sisi negatifnya.
Kadang manusia merasa dunia itu tak adil. Manusia dengan segala kelebihan bisa memiliki apapun yang ia mau, namun tidak dengan Krystal. Dunia tak melihatnya, ia terasingkan. Ia tak dianggap ada. Rasanya tak adil sekali, ia juga ingin dilihat dan dianggap. Namun keputusannya untuk menjadi dirinya sendiri hanya menjerumuskannya pada penderitaan tak berujung.
Pilihannya untuk bersama Kenzy seperti malapetaka. Andai saja Krystal menerima nasibnya yang sebatas debu, ada namun tak kentara. Semua pasti tak sesakit ini. Ia dibutakan harapannya sendiri untuk menjadi yang pertama, menjadi orang yang juga ingin dikagumi banyak orang. Manusiawi memang keinginannya, tapi Kenzy mungkin bukan pria yang tepat untuknya. Ia hanya dimanfaatkan, Kenzy hanya butuh tubuhnya bukan hatinya. Seperti benda mati. Bodohnya, Krystal semakin jatuh dalam cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Apakah Krystal akan sadar dan segera pergi dari nasib sialnya itu, meninggalkan Kenzy dan dunia gelap itu? Atau bertahan sampai ia mati tersiksa?