Story By dysta2capricorn
author-avatar

dysta2capricorn

bc
KEPERGOK TAK BERPAKAIAN DI PESTA KHITANAN ANAK KU
Updated at Dec 7, 2021, 23:27
sebuah kejadian yang memalukan, kejadian yang tak kan terlupakan untuk semua orang, kejadian yg hanya terjadi karna kelalaian, semoga kita semua di hindarkan dari kejadian yang memalukan, semoga Allah melindungi kita
like
bc
BELAJAR MENIPU
Updated at Dec 7, 2021, 23:10
cerita tentang penjual dan pembeli online yang sengaja memesan pesanan dari si penjual hanya untuk menipu si penjual, tujuan nya hanya untuk bersenang senang, setelah di telusuri ternyata si pembeli adalah anak kecil usia delapan tahunan, usia sekecil itu sudah bisa berbohong dengan sangat baik.
like
bc
STATUS f*******: TETANGGA
Updated at Dec 7, 2021, 22:58
STATUS FACEBOOK TETANGGA "Alhamdulillah, akhirnya keinginan untuk punya mobil tercapai juga. Terima kasih ya, Sayang" Amanda mengernyitkan keningnya saat membaca status facebook Ani, tetangga sebelah rumah yang statusnya janda. Ani baru saja bercerai dengan suaminya, belum lama ini, dan setahu Amanda, tetangganya itu berada di rumah tanpa pergi bekerja. "Ani beli mobil, kok bisa ya. Padahal baru saja cerai dengan suaminya, dan setahu selama ini Ani memang tidak pernah kerja," ucap Amanda, ia merasa heran dengan status facebook tetangganya itu. "Astagfirullah, mungkin saja selama ini Ani sudah menabung. Tapi kok rasa aneh ya, karena yang aku tahu Ani cerai karena terlalu boros. Sampai akhirnya suaminya nyerah." Amanda menggelengkan kepalanya, berusaha untuk membuang pikiran buruknya. Setelah itu ia membaca beberapa komentar di status Ani. "Wah selamat ya, hebat bisa beli mobil yang harganya wow" "Hebat kamu, Ani. Baru kerja dua bulan udah bisa beli mobil mewah ini" "Keren, dua bulan kerja bisa beli mobil. Nanti setengah tahun bisa beli rumah dong" Amanda menggelengkan kepalanya membaca komentar mereka. Jujur, dalam hatinya terasa ada yang mengganjal, tetapi sebisa mungkin Amanda tetap berpikir positif. Toh Ani hanya tetangganya, mungkin saja Ani udah ketemu dengan jodoh yang tepat. Namun tiba-tiba Amanda teringat akan pesan dari suaminya seminggu yang lalu. Yang meminta transferan uang dengan nominal tidak sedikit, Amanda memang bekerja di luar negeri demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sedangkan di rumah suaminya bekerja sebagai tukang ojek yang hasilnya hanya cukup untuk makan saja. Selama hampir tiga tahun Amanda mengabdikan diri di negeri orang, ia bekerja sebagai baby sitter. Dan setiap sebulan sekali Amanda selalu mentransfer uang untuk suaminya. Bukan untuk suaminya saja, tetapi juga untuk ibunya yang kini tinggal sendirian. Bahkan Amanda berencana untuk membangun rumah untuk ibunya nanti. "Seminggu yang lalu, mas Damar meminta uang yang nominalnya tidak sedikit. Saat aku tanya katanya untuk beli bahan bangunan yang kurang, tapi kok banyak banget ya. Padahal mas Damar pernah cerita kalau rumah sudah hampir selesai, tinggal cat doang," gumamnya, bukannya suudzon, tetapi mengingat semua itu benar-benar membuat pikiran Amanda menjadi tidak tenang. Tiba-tiba saja sebuah pesan masuk, saat Amanda cek ternyata dari Erna, sahabat saat sekolah dulu. Khawatir ada yang penting, Amanda langsung membuka pesan yang dikirim dari Erna. @Erna [Amanda, kamu yakin izinin Damar nikah sama Ani. Dan satu lagi, katanya kamu beliin Ani mobil, jadi bener itu mobil kamu yang beli] Deg, jantung Amanda serasa ingin loncat, setelah membaca pesan yang dikirim oleh sahabatnya itu. Apa mungkin yang Erna katakan itu benar, kalau Damar akan menikah dengan Ani. Lalu perihal mobil, Amanda tidak pernah merasa membelikan Ani mobil. @Amanda [Erna, aku tidak pernah membelikan Ani mobil. Dan satu lagi, mas Damar tidak pernah meminta izin dan aku juga tidak akan mengizinkan suamiku menikah dengan Ani] @Erna [Jadi semua itu nggak bener, aku denger sendiri dari ibu mertua kamu kalau Damar akan menikah dengan Ani. Dan mobil itu katanya hadiah dari kamu] Ponsel dalam genggaman hampir saja terjatuh, apa ini balasan mereka dengan pengorbanan yang sudah Amanda lakukan. Ia rela bekerja di negeri orang demi bisa membantu perekonomian yang sulit, tapi ternyata suami dan ibu mertuanya memanfaatkan kerja keras Amanda. Ting, tiba-tiba ponsel Amanda kembali bergetar, satu pesan diterima. Saat Amanda cek pesan tersebut dikirim oleh Damar, suaminya. Dengan cepat Amanda membukanya, ia ingin tahu pesan apa yang dikirim oleh suaminya itu. @Damar [Sayang, seminggu lagi kamu transfer uang sekitar dua puluh jutaan ya. Soalnya untuk beli beberapa kebutuhan yang kurang untuk isian rumah kita]
like