Story By Ries
author-avatar

Ries

bc
Tetangga
Updated at Jun 6, 2022, 20:43
Rumah tetangga di sebelahku sudah puluhan tahun tak ditinggali. Dulu, sebelum kosong, rumah tersebut adalah rumah kost untuk pegawai yang kantornya terletak tak jauh dari situ. Banyak cerita seram selama ini yang beredar tentang tempat itu. Menjadi urban legend khusus di daerah sekitar tempat tinggalku. Semuanya karena cerita dari si penghuni kost itu sendiri. Sebenarnya, memang ada yang kurang beres dari rumah itu. Aku tahu dari apa yang ayah alami dulu. Namun ayah tak pernah menceritakannya dengan jelas ke yang lain, disimpannya sendiri peristiwa itu, kecuali ke mama. Waktu itu, rumah sebelah sempat kosong beberapa bulan. Ayah diberi tugas oleh pemilik rumah untuk memperbaiki lotengnya. Letak loteng itu benar-benar bersebelahan dengan loteng rumahku. Bahkan, aku bisa berjalan di atap rumah itu, untuk masuk ke dalam lotengnya. Dulu, saat masih suka main layang-layang, aku lebih suka memainkannya di loteng tetangga sebelah. Karena bebas jemuran. Memang, sedikit ada hawa tak biasa, namun, namanya anak kecil, lebih mikirin main. Lagian masih belum sadar tentang hal-hal itu. Diantara semua saudaraku, hanya aku yang berani masuk ke dalam loteng, lainnya lebih memilih duduk saja di tembok loteng. Saat memperbaiki loteng itu, ayah pernah melihat bungkusan di atas plafon loteng. Kakek bilang jangan sentuh. Tapi ayah penasaran dan membukanya. Ternyata ada seperti sebuah kain putih yang membungkus sesuatu serupa tulang kelingking manusia. Kakek menyuruh ayah membungkusnya seperti semula dan meletakkannya kembali. Aku tahu, karena saat itu, aku mengintip yang ayah dan bapak lakukan lewat loteng rumahku. Suara sandal diseret padahal tidak ada orang, cincin bermata merah delima yang selalu hilang dan keran air yang terbuka dengan sendirinya di waktu malam, menjadi sesuatu yang 'biasa' di rumah itu. Kabar yang santer terdengar, si baju merah adalah penunggu rumah itu. Seperti yang di katakan kak Azis, salah satu anak kost di rumah tersebut, pada mama pagi itu, "Semalam si merah datang bu," "Emang beneran bajunya merah?" "Iya bu, cewe," "Waduh, terus gimana?"
like
bc
hasrat sugar Daddy
Updated at Jun 6, 2022, 19:57
Keberhasilan sugar baby adalah menjadi satu-satunya istri sah dari sugar daddy-nya. Deya, remaja berumur 18 tahun harus pengobatan ayahnya. Deya menjadi sugar baby bagi Edward si pengusaha kaya yang sudah mempunyai istri dan anak. Malang tidak dapat ditolak mujur tidak dapat di raih. Deya dan Edward yang sudah merasa cocok dan saling mencinta diminta berpisah karena permintaan Zahra, anak Edward. Zahra sendiri diperdaya dan hanya dijadikan alat oleh Soraya. Berbagai masalah terjadi. Akankah Deya menyerah atau dia menjadi Nyonya Edward yang kaya raya? Chapter one. Namaku Deya Clarissa, umur 18 tahun. Aku adalah sulung dari tiga bersaudara. Dua adiknya masih kecil. Walau tidak kaya, namun kehidupan mereka berkecukupan. Dan mereka bahagia dengan keadaan itu. Suatu hari ayahnya mengalami kecelakaan kerja membuat hidup keluarga Deya berubah seratus delapan puluh derajat. Ibu setiap hari membuat kue untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kedua adik Deya ikut membantu menjajakan kue itu sepulang sekolah. Dan Deya menitipkan kue-kue itu ke warung-warung sekitar rumah mereka. Namun, biaya pengobatan ayah terlalu besar menyebabkan ibu harus berhutang ke sana kemari untuk membayarnya. "Bu, sudahlah. Saya rela jika mati daripada hidup menyusahkan kalian semua," keluh ayah. "Tidak ayah, ayah itu semangat ibu. Jika ayah menyerah bagaimana ibu akan menjalani hidup tanpa ayah. Ayah harus tetap semangat dan jangan pesimis. Ibu pasti bisa menabung untuk biaya operasi Ayah," jawab ibu sembari menangis. Ayah mendesah berat. Dia mengelus kepala sang istri yang bersandar di bahunya. "Aku hanya ingin meringankan bebanmu, Dek. Hatiku hancur melihat kau pontang panting mengurus semua kebutuhan hidup keluarga. Sedangkan aku hanya bisa melihatnya saja tanpa bisa membantu, aku malah jadi beban hidup kalian semua." Ayah mengusap air mata yang tidak bisa ditahannya lagi. "Sabarlah Ayah, kita memang sedang mendapat ujian berat ini. Kita akan lalui ini bersama." "Lalu bagaimana dengan tagihan uang sekolah anak-anak? Apakah sudah dibayarkan?" tanya Ayah lagi. "Sudah Ayah kau jangan khawatirkan masalah itu. Kau cukup fokus saja pada kesehatanmu itu," bohong ibu. "Baguslah jika sudah dibayarkan. Sebentar lagi Deya akan melakukan ujian sekolah jika tidak dibayarkan segera aku takut jika dia tidak diperbolehkan ikut ujian nasional itu," pikir ayah cemas. Deya yang berniat membawa surat dari sekolah berhenti di depan pintu yang hanya tertutup oleh tirai tipis ketika mendengar pembicaraan orang tuanya. Hatinya merasa perih dan sakit. Hanya tetesan air saja yang membasahi pipinya yang chubby. Dia membalikkan badan dan berjalan kembali ke kamarnya. Berbaring sembari memikirkan semua masalah yang menimpa mereka. Ayah sering sakit-sakitan semenjak kecelakaan itu. Kakinya butuh operasi tambahan untuk mengambil pen yang terpasang. Namun, mereka tidak mempunyai biaya lagi untuk melakukan operasi itu sehingga ayah kaki ayah masih tidak bisa digerakkan. Keseharian ayah hanya duduk di kursi roda dan terkadang jika sedang sehat ayah ikut membantu ibu membuat kue. Keluarga besar hanya bisa menonton saja tanpa membantu kesulitan mereka. *** "De, dipanggil lagi ma bagian TU( Tata usaha sekolah)?" tanya Xena. Deya menghembuskan nafas berat dan menganggukkan kepalanya. "Jika aku tidak bisa membayar tunggakan spp maka aku tidak bisa ikut ujian sekolah." Mata Deya merebak membuat Xena ikut sedih dan memeluk sahabatnya. "Memang berapa bulan De?" Xena bertanya lagi. "Enam bulan, dan ada beberapa tunggakan biaya lainnya. Dan total semuanya adalah delapan juta lebih, aku dapat uang itu dari mana, Na. Apakah aku harus keluar dari sekolah ini padahal ujian akan dilakukan satu bulan lagi?" ucap Deya berurai air mata. ''Kamu yang sabar De?" ucap Xena berusaha menenangkan sahabatnya. Tapi tangis Deya semakin menjadi. Kini mereka ada di apartemen milik Xena sehingga Deya dengan mudah berkeluh kesah tentang masalahnya. "De sebenarnya aku punya solusi untuk semua masalahmu ini," kata Xena tiba-tiba. "Solusi bagaimana Xena? Kamu enggak memintaku untuk menjajakan tubuh di klub malam 'kan?" tanya Deya karena setahunya hanya itu satu-satunya cara agar dapat uang dengan jumlah besar dengan mudah. "Yah kurang lebih seperti itu, hanya saja kau melayani seorang pria saja. Jadi kau tidak merasa murahan. Anggap saja dia teman kencanmu," kata Xena enteng. "Maksudmu?" tanya Deya polos. "Sugar baby kau pasti tahu apa itu?" ucap Xena hati-hati. "Kau hanya cukup jadi teman kencan yang baik untuknya dan melakukan semua yang dia inginkan," imbuh Xena. Deya membelalakkan matanya dan menelan salivanya. "Dia akan memberikan uang jajan yang sangat banyak. Aku diberi uang 20 juta sebulannya. Dan ada uang kompensasi sebanyak yang kau mau di awal kita mulai berhubungan dengannya." Xena menggigit bibir bawahnya yang takut dengan reaksi itu..
like