Di tengah vonis mandul suaminya, keluarga Hadiputra justru mendesak Nadin untuk segera memiliki keturunan. Adam akhirnya memiliki ide gila dengan meminta Nadin tidur bersama pria lain.Marah dan terluka Nadin menolak dijadikan alat demi kepentingan suaminya. Jika memang dia harus mengandung, maka Nadin akan memilih pasangannya sendiri. Pilihan itu jatuh pada Angga, pemuda sopan yang tampaknya sederhana. Namun tanpa Nadin sadari dia justru baru saja menandatangani sebuah hubungan yang berbahaya.***
Judul Sebelumnya: Katanya, Cinta Butuh Waktu
***
Tidak semua orang mimiliki tujuan untuk menikah termasuk Kim, meski dibesarkan oleh keluarga cemara tanpa rasa trauma, tapi membayangkan seumur hidup akan terjebak di dalam satu rumah dengan orang yang sama, membuatnya tertekan.
Masalahnya kini Kim tidak memiliki pilihan, dia harus menikah, segera, dengan siapapun itu untuk menyelamatkan reputasi keluarga, juga anak yang ada di dalam kandungannya.
Sekalipun itu menerima tawaran perjodohan dengan anak sahabat Mama, sekalipun dia harus terjebak dengan laki-laki yang tidak dia cinta.
Tapi ... benarkah dia terjebak?
Atau justru Kim yang menjebak?
Pengangguran, tanpa tabungan, tanpa masa depan, lengkap sudah penderitaan yang Mia hadapi.
Satu-satunya yang masih dia miliki adalah Aksa, sang pacar yang tampan dan mapan yang setia menemainya selama lima tahun belakangan.
Sampai tiba-tiba sebuah tawaran pekerjaan membuatnya kembali memiliki harapan, sayangnya pekerjaan itu berhubungan dengan sang mantan.
Mia kebingungan.
Satu sisi memiliki pekerjaan membuatnya bahagia, tapi sisi lain juga menjauhkannya dari Aksa. Lantas apakah lebih baik dia menganggur saja? Tapi Mia yakin dia tidak akan tergoda, sekalipun mantannya itu sudah berubah menjadi sosok yang berbeda.