Cerita Oleh Sirius
author-avatar

Sirius

TENTANGquote
Writing with joy, stress, and confusion. But, I will always stay true to my desire! Discord: BlackDayze#8233
bc
Cerai? Take it Back!
Diperbarui pada Feb 7, 2023, 23:40
Peringatan: 21+ (harap bijak dalam membaca) Hari itu datang begitu cepat. Devon menyodorkan surat cerai tepat ke depan muka April. Wajah tanpa ekspresi pria itu kini bercampur tatapan meremehkan. "Tanda tangan di sini." Pernikahan yang sudah mereka lalui selama 3 tahun terakhir berujung sia-sia. Pada akhirnya, Devon tetap tidak melirik April sedikit pun. Bahkan untuk sekadar memikirkan April sebagai istrinya juga mungkin tidak pernah. "T-tapi! Apa nggak bisa kita bicarain lagi?" "Nggak." "Apa memang harus seperti ini?" "Kamu tau sendiri jawabannya. Semakin kamu menolak, semakin cepat aku memprosesnya." "Aku nggak mau. Aku masih say-" JDERR!! April belum sempat menyelesaikan kalimatnya, ketika tiba-tiba sebuah kilat menyambar Devon dengan keji. "......" "......" Ajaibnya, meski seluruh tubuh pria itu gosong, Devon masih terduduk manis di bangku sambil melipat kaki dan memegang cangkir kopi. April berusaha menutup mata dari rambut kribo Devon yang mengeluarkan asap. Dengan panik, April segera berlari menghampiri Devon. Derai air mata meluncur keras di kedua pipinya. "Ja-- Jangan mati!!!! Huhuhu... Ambulan! Tolong, siapapun panggil ambulan!" "Suami saya sekarat!!" "Akh! Sayang... Apakah mungkin kita memang ditakdirkan untuk berpisah? Huhuhu.." April heboh meraung-raung dan menangis sembari bergelantung di lengan Devon. Suara tangisannya bak sedang menghadapi langit runtuh. Terdengar pilu dan begitu menyayat hati. Tetapi pria itu tidak bergeming. Bagaimana tidak? ---'Bah! Orang lain mah bakalan kejang-kejang kesamber petir. Lah, kok, ini orang masih idup sih? Emang dasar manusia batu! Nggak punya perasaan!' "Sayang! Ya ampun, My Baby, My Honey.. Aku takut kehilangan kamu.." ---'Untung aku udah ngumpulin kontak duda-duda keren buat ketemuan. Siapa bilang laki-laki ganteng di dunia ini cuma Devon? Cuih! Manusia macem dia mending bertapa di gunung jadi biksu. Percuma dikasih istri secantik aku kalo matanya nggak dipake.' "....." Gigi Devon bergemelutuk menahan amarah. Entah kenapa, dia bisa mendengar suara isi pikiran April. "April!!" Dia belum mati dan mereka belum resmi bercerai. Namun, gadis itu sudah mencari duda baru untuk dipacari? Heh. Jangan mimpi. "Aku tarik ucapanku. Kita lanjutkan saja pernikahan ini." --- Penasaran? Ikuti terus ceritanya sampai habis ya!
like
bc
Selamat Pagi, Matahariku
Diperbarui pada Jan 14, 2023, 12:51
Liona sedang berada di penghujung hidupnya ketika tiba-tiba terlempar ke dunia novel yang dulu sering ia baca. Walaupun merasa senang tertimpa durian runtuh ini, Liona tetap saja terkejut. Karena dia mendapat peran sebagai antagonis terbesar yang tugasnya hanya menjadi batu loncatan para karakter utama. Liona: "...." Keren. Keluarga yang acuh dan saudara tiri yang dingin. Teman yang bermuka dua. Reputasi yang hancur di sekolah. Serta para tokoh utama laki-laki yang kerap mengincar Liona dengan pandangan mereka yang bias, membuat Liona bersujud dan memohon untuk segera dikembalikan ke peti peristirahatan terkahirnya yang hangat dan nyaman. Tapi siapa sangka seiring berjalannya waktu, semua orang di sekliling Liona menjadi sangat perhatian dan menyayanginya sepenuh hati? Sampai-sampai Liona bergidik ngeri dan menangis ketakutan di pojok kamar. Ayah: "Liona sayang, kalo kamu butuh uang jajan lagi bilang papa ya. Papa bakal kasih yang terbaik buat kamu." Ibu tiri: "Putriku itu yang paling cantik!! Cantik luar dalam!! Cantik, cantik, cantik! Huft!" Kakak pertama: "Kakak bakal bikin semua anak di kampus berlutut di hadapan kamu." Kakak kedua: "Nggak boleh ada yang ganggu Liona! Siapapun itu, jangan kaget waktu ku acak-acak kalian." *menyeringai seram Kakak ketiga: Tidak banyak bicara tetapi tinjunya melayang cepat. Hajar. Hajar semua yang berani menyentuh adik manisnya! Karakter utama laki-laki: Mencium helai-helai rambut Liona. Sinar matanya meredup, bergelimang hasrat, ingin menenggelamkan gadis di pelukannya semakin jauh ke pusaran cinta diantara mereka. Tentu saja supaya gadis ini tidak akan pernah bisa berpikir untuk meninggalkannya. Liona: "??" Sinting! Menjauh dari ku! ---
like
bc
Ratu Vampire Mendambakan Hidup Tenang
Diperbarui pada Sep 28, 2022, 09:42
Liliana adalah seorang keturunan bangsawan kerajaan vampir, atau lebih tepatnya anak dari Ratu Vampir terdahulu. Ibunya melarikan diri dari kerajaan demi menikahi ayahnya yang merupakan manusia biasa. Mereka memilih tinggal di antara manusia. Oleh karena itu sejak kecil Liliana tidak pernah sekalipun melihat makhluk supernatural lain selain vampir. Hingga tiba ulang tahun ke-18. Kejadian yang tidak bisa Lily lupakan seumur hidup. Darah biru yang selama ini tertidur lelap dalam diri Liliana bangkit. Memperingati kelahiran ratu baru bagi klan vampir. Liliana: "...." Bisakah takdir ini di 'cancel'? Dia hanya ingin hidup seperti manusia biasa! Setidaknya sampai saat itu tiba. Tetapi harapan Liliana hangus menjadi abu ketika ayahnya memberi usul untuk pindah ke Kota Winchester. Disana dia malah bertemu Damon Wayne, alpha dari segala alpha, raja dari klan werewolf yang menunjuk Liliana sebagai matenya. Apakah ada rintangan yang jauh lebih sulit lagi? Tentu. Damon berlutut di depannya. Dengan kelopak mata menutup dalam bayang-bayang sakral, Damon mencium lembut punggung tangan Liliana. "Berdirilah disisi ku. Temani aku memimpin, Luna." Para vampir: "Beraninya kau makhluk berbulu!" Para werewolf: "Tarik ucapan kalian, dasar rakus! Haus darah! Cuih!" Liliana: "...." Kepala Liliana berdenyut pusing memikirkan betapa hancurnya ketenangan hidup yang telah ia genggam susah payah. Liliana seperti berada di persimpangan jalur setelah berkenalan dengan dunia supernatural sesungguhnya. Entah kemana kakinya melangkah, sebuah kisah akan terus menjalin bagai sarang laba-laba.
like