MASUKLAH JIKA BERANIDiperbarui pada Jan 22, 2022, 18:32
"BAGAIMANA BISA, MAS! Mereka berdua itu anakku anak kita, mereka tak boleh dipisahkan." seorang wanita yang tak lagi muda itu tengah menangis dalam satu ruangan. Bagaimana bisa dia melepas salah satu anaknya begitu saja, sedangkan jauh disana tidak ada orang yang akan mengurusnya. Suaminya memang sudah gila, rela mengorbankan salah satu anaknya hanya karena sebuah ketakutan yang belum tentu terjadi.
"Tapi dek, kamu gak mau kan dua anak kita nantinya dibunuh. Mas gak mau, kalau mereka kenapa-napa."
"Kamu berbicara terlalu jauh mas, sebelum mereka bisa menyentuh anakku. Maka mereka harus melewati ku terlebih dulu!"
Pria itu menggeleng pelan dan mendekat badan istrinya yang sudah bergetar sedari tadi. "Dek, mas tau bagaimana perasaan kamu. Mas pun begitu, berat rasanya. Tetapi ini suruhan Aki, kita bisa menyepelekan hal ini."
"Mas, lalu bagaimana nasib dia kalau kita kirim kesana."
"Semuanya akan baik-baik, percayakan sama mas. Kita juga masih bisa melihat dia disana."
Wanita itu semakin menangis sambil memeluk suaminya erat, memukul-mukul dada pria yang sudah bertahun-tahun menjadi suaminya.
"Ini gila, aku bisa gila mas!"
"Shut.. semuanya akan baik-baik saja dek."