Cerita Oleh Aviin Zeka
author-avatar

Aviin Zeka

TENTANGquote
Author cantik, baik hati, dan tidak sombong. Cita cita menjadi orang kaya, anak sultan yang gemar menolong sesama ????
bc
Di Saat Sang Penggoda Datang
Diperbarui pada Mar 5, 2023, 19:41
Harap bijak dalam memilih bacaan. Bersumber dari Kisah Nyata dengan sedikit modifikasi. ~ Selamat Membaca ~ Pagi itu, Alya sudah bersiap di kamar mandi. Ia menarik nafas dalam-dalam sebelum mencoba benda yang dibelinya kemarin sore di apotek. Sudah dua bulan ini ia terlambat datang bulan. Cukup aneh menurutnya karena Alya memang memiliki siklus haid yang teratur setiap bulannya. "Please please negatif. Ku mohon negatif ya!" Ia mencoba benda itu sembari berdoa dalam hati. Lalu mendadak tubuhnya melemah. Lututnya lemas, ia mengerjapkan kedua pandangannya beberapa kali, namun hasilnya tetap sama. "Mampus gue. Kok bisa positif sih!" Jika setiap pasangan akan bahagia dengan hadirnya janin dalam hidup mereka, maka bagi Alya dan Novan, ini akan menjadi sumber masalah baru. Kenapa? karena Alya memiliki Ibu mertua yang luar biasa istimewa.
like
bc
Skandal Cinta Dan Kawan
Diperbarui pada Sep 23, 2022, 21:27
"Cinta itu hadir tanpa harus kamu minta. Kalau boleh aku memilih, aku ingin sekali melupakanmu Sher. Apalagi setelah kita sama-sama memiliki kehidupan baru." Aku menunduk dalam rasa bingung. Apa maksudnya Rian berkata seperti itu. "Rian, kita udah sama sama nikah. Harusnya kamu ..." "Iya Sher. Aku tahu. Aku lebih dari tahu, bahkan untuk cukup bersabar menunggu. Aku janji nggak akan ganggu kamu lagi pada awalnya. Tapi semua itu, semua air mata yang sudah kamu keluarkan untuk pria itu. Aku nggak rela." Apa yang baru saja Rian katakan? Air mata? Untuk siapa? Apa maksudnya untuk Axel. Kalau memang betul dari mana dia bisa tahu. Aku selalu menutupi kekacauan apapun yang ada dalam rumah tanggaku. Itu adalah aib. Dan aib bukanlah hal yang pantas untuk di umbar. "Da ... darimana kamu tahu?" Aku bertanya dalam nada terbata-bata. Rian menyunggingkan senyum tipis dalam seringai nakal yang amat ku kenal. Aku merasakan firasat buruk. Senyum saat dia mengincar sesuatu. Jangan katakan kalau yang dia incar sekarang adalah ... "Kamu Sher. Aku mengincarmu. Sekarang!"
like
bc
Balas Dendam Petarung Jalanan
Diperbarui pada Aug 17, 2022, 16:09
"Cih ...!" Bayu berdecak. Apa yang diduganya ternyata benar. "Jadi kalian semua memiliki benda itu?" tangan Bayu yang tidak memegang pistol menunjuk ke arah tato kecil bergambar ular cobra dengan inisial huruf D. Mereka semua mengangguk. Bayu memalingkan wajahnya. Tidak salah lagi. Hanya ada satu gerombolan penjahat yang memiliki logo dan inisial itu. "Heh ... rupanya hanya sekumpulan kecoa busuk. Mereka menggantungkan hidup pada orang yang salah." Bayu melemparkan kembali pistol itu ke arah mereka. Mereka tetap tidak berani melawan sekalipun pistol sudah kembali di tangan mereka, karena apa yang baru saja terjadi membuat mereka cukup tahu kalau Bayu bukanlah orang biasa. "Bilang sama Bos kalian, Bayu Aji Pangestu, belum mati! Dan untuk kematian kalian. Biar Allah yang memutuskan." Bayu kemudian berbalik. Tanpa rasa takut akan adanya yang menikam apalagi menembak dari belakang, ia tetap melangkah. Perjalanannya masih amat jauh, dan sangat-sangat jauh. Ini akan menjadi malam yang panjang. Kenang-kenangan di dalam kebun pohon karet, akan ia ingat sepanjang masa. Inisial D. Suatu nama penuh luka, satu nama penuh cerita. Sebuah dendam yang muncul setelah sekian lama pernah terkubur. Bayu Aji, kini telah kembali.
like
bc
Pacar Tanda Tanya
Diperbarui pada Sep 15, 2021, 22:24
Tinggal beberapa menit lagi menjelang tepat tahun baru. Semua orang sudah lupa akan pekerjaannya. Tamu dan karyawan berbaur jadi satu. Di halaman resto dan sisi-sisi jalan sudah terparkir mobil-mobil dengan dentuman alunan musik yang keras. Suara terompet mulai memenuhi gendang telingaku. Aku bersandar pada dingding bersama Allan yang tak melepaskan tanganku sejak tadi. Ia sibuk berbicara sambil sesekali tertawa meski aku tak bisa dengan jelas mendengar ucapannya. Tak jauh dari tempat ku dan Allan berdiri, ada sepasang mata tengah bersembunyi. Meneliti dengan rasa sakit yang bisa ku tebak. Rehan ada disana, memandangi ku dan Allan yang sibuk bercengkrama. Karyawan lain nampak mulai asik, meledek dan berceloteh akan kedekatan kami. Aku mulai risih. Bukan karena Allan, tapi karena sebuah hubungan salah yang ku bangun di antara mereka berdua. "Satu menit lagi ,De. Ayo!" Allan menarik tanganku begitu saja ke lantai 2 Resto. Menyibakkan kerumunan yang juga sudah mulai bersiap untuk menanti detik-detik malam pergantian Tahun baru. "Kita hitung mundur ya De. Jangan lupa siapin harapannya. Kira kira apa harapan kamu?" "Ehhhh aku ... " entah kenapa aku enggan mengatakan apa harapanku. Allan masih menunggu bibirku berucap. Tapinya nyatanya, lidahku amat kelu saat ini. "Oke, biarkan semua itu jadi rahasia. Nggak papa kok. Tapi kalau aku, salah satu harapan terpentingku adalah ..." Aku mengangkat sebelah alis sebagai isyarat agar ia meneruskan kalimatnya. "Aku harap, aku masih punya harapan buat melamar kamu di tahun baru nanti," ucapnya dengan serius. Mataku hampir tak bisa berkedip. Benarkah ini harapannya? Oh Tuhan. Jika iya, maka ada kesalah pahaman disini.
like