"Sudah berapa banyak dosa yang aku tanggung karena sikapmu, Ayla?"
-Arsen Wafi Haliim -
*********
Dia baik hati, lemah lembut, sopan, sabar, penyayang dan rajin beribadah. Sangat tidak cocok jika disandingkan dengan wanita pemberontak, keras kepala, tengil, kolot dan suka berpikiran negatif.
Menghadapi watak Ayla, adalah ujian terberat dalam hidup Arsen.
Lantas mampukah Arsen membuat Ayla berubah dan merubuhkah sikap tengil Ayla? Tapi ... bagaimana jika suatu hari nanti Arsen menyerah dan segala kesabarannya murka?
Tuhan sengaja mengutus lelaki yang baik untuk dipertemukan dengan wanita yang buruk agar umat-Nya dapat kembali ke jalan yang benar dengan cara dibimbing.
Ketika pernikahan mereka mulai diuji, Arsen berjuang mati-matian demi membahagiakan Ayla. Seberat apa pun cobaan hidup yang Ayla hadapi nanti, Arsen selalu berusaha setia di sisinya, menjadi suami yang sempurna dan kepala keluarga yang baik untuk istrinya.
"Suka banget sama cerita ini, tengkis Maaakkk udah bikin cerita yang moodnya bisa naik turun, banyak bangt pembelajaran dari cerita ini. Ini rekomendasi bgt!" -pembaca dr platform sebelumnya-
Ps: Semoga dari kisah ini kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. #demamArsen
Salam,
Mak Arsen.
Di hari Annyversary pernikahan Athaya dan Ghufran yang ke lima tahun. Athaya dikejutkan dengan sekotak kue ucapan selamat dari tetangga barunya, yakni Ofar, laki-laki yang sangat amat Athaya cintai selama lima tahun.
Kehadiran Ofar membuat hubungan pernikahan yang dijalani Athaya kian goyah. Athaya tidak bisa membohongi perasaannya lagi, bahwa selama ini Athaya hanya pura-pura mencintai Ghufran.
Masalalu antara Athaya dan Ofar semakin terkuak. Ketika Ofar dengan jelas meminta Jasmine, anak Athaya untuk tes DNA. Karena H-1 sebelum pernikahan Athaya dan Ghufran berlangsung. Athaya dan Ofar sempat salam perpisahan dengan bercumbu di ranjang.
Hari itu, langit berubah menjadi mendung, hujan perlahan turun membasahi bumi. Untuk pertama kalinya, Ghufran menangis karena merasa telah dibohongi oleh istrinya. Athaya juga menangis karena tidak bisa memilih antara Ofar dan juga Ghufran. Dan Ofar menangis karena telah bertahan sejauh ini untuk Athaya dan anaknya.