Disclaimer: Meskipun terinspirasi dari beberapa peristiwa nyata, naskah ini telah melalui proses dramatisasi dan perubahan identitas demi kepentingan cerita. Karakter dan dialog di dalamnya tetap merupakan bentuk karya kreatif.
****
Aurora Lestari adalah suara yang dipuja banyak orang.
Namun bagi Raden Wijaya, Gubernur berkarisma yang terbiasa memiliki segalanya.. Aurora bukan sekadar idola. Ia adalah bayangan masa lalu yang tak pernah berhasil ia selamatkan.
Di balik sorotan panggung dan senyum publik, Raden membangun sangkar emas untuk Aurora. Cinta yang membungkus, melilit, lalu perlahan mencekik. Ketika Aurora mencoba lepas, pengkhianatan, kekuasaan, dan darah politik ikut terseret, menjatuhkan Raden ke penjara, tapi tidak mematikan hasratnya.
Pelarian Aurora ke Eropa seharusnya menjadi akhir.
Namun segalanya berubah saat Aditya Wijaya muncul.
Putra Raden.
Pria yang mewarisi tatapan ayahnya, namun dengan cara mencintai yang jauh lebih berbahaya.
Jika Raden menginginkan tubuh Aurora sebagai replika masa lalu, Aditya mengincar lebih dari itu.
Bagi Lara, hari ini seharusnya menjadi akhir dari kemiskinan dan awal dari kebahagiaan yang ia rajut bersama Andre. Di atas tikar pandan sederhana dan di bawah tatapan bangga ibunya, janji suci itu akhirnya terucap.
Namun, saat kata "sah" masih terngiang di telinga, pintu rumahnya dihantam kenyataan pahit.
"Hentikan pernikahan ini!" kata seorang wanita dengan nanar... Yang mampu mengejutkan siapapun.
Semua mata sontak menatap ke arahnya, wanita dengan perut buncit itu.
Sejak detik itu, kutukan seolah mengejar kemana pun Lara melangkah. Nasib buruk bukan lagi tamu, melainkan bayangan yang enggan lepas. Namun, di saat Lara nyaris menyerahkan nyawanya pada keputusasaan, sebuah tangan terjulur dari kegelapan.
Tangan itu milik pria yang dianggap gila oleh semua orang.
Anehnya, ada ironi yang membakar di balik kulit pria itu. Dunia boleh saja melabelinya kehilangan akal, namun dalam heningnya malam, setiap sentuhannya terasa sangat terhitung. Tidak ada kegilaan dalam caranya memuja tubuh Lara; setiap cumbuan dan bisikannya justru terasa sangat presisi, tajam, dan sangat waras.
akankah lara akhirnya menyerahkan hatinya pada pria tidak waras itu? atau.. apakah pria itu memang benar tidak waras??
yukk, simak kisahnya!!
Dulu dia hanya bocah kerempeng yang menangis saat Ressa paksa makan cabai rawit. Sekarang, dialah yang membuat Ressa "terbakar" tanpa perlu cabai sama sekali.
Mampukah Ressa menahan diri dari godaan pria yang ia usik masa kecilnya dulu?
yuk.. simak kisahnya!
"Aku sudah tidak perawan."
Kalimat Juleha tidak hanya membuat gelas di tangan ibunya pecah, tapi juga menghancurkan hidup mereka selamanya. Tragedi kematian Umi Salamah memaksa Juleha masuk ke dalam rumah tangga yang tak pernah ia inginkan bersama Zayn Malik, pria religius yang ia anggap terlalu suci untuknya.
Bayangkan seorang agent wanita yang cantik dan cerdas, yang ditugaskan untuk menyamar sebagai model, supaya bisa masuk ke dalam bagian dari organisasi mafia yang berbahaya. Dia harus berhadapan dengan anggota mafia yang brutal dan tidak kenal ampun, sambil mencoba untuk mengumpulkan informasi dan mencapai tujuan misinya.Tapi, apa yang terjadi ketika dia jatuh cinta dengan salah satu anggota mafia yang tampan dan karismatik? Apakah dia akan memilih untuk tetap setia pada tugasnya, atau akan dia mengikuti hatinya dan mengambil risiko untuk cinta?
"Tolong aku, Om!"
Di bawah pengaruh obat perangsang, otak gadis remaja itu tak lagi bisa berpikir jernih. Dia memohon, entah agar dibebaskan dari sensasi aneh yang membakar tubuhnya, atau malah menyerahkan dirinya pada pria asing yang menolongnya.
Malam kelam yang memalukan itu seharusnya menjadi batas. Namun, justru menjadi awal dari sebuah kecanduan. Duda premium yang 'menyelamatkannya' itu kini menjadi pusat dunianya, objek obsesi gila yang tak terhindarkan.
Dia menginginkannya. Bukan hanya sebagai penolong, tetapi sebagai pemilik.
Bagaimana sang Duda akan menghadapi gadis gila yang terobsesi padanya?
"Ah.. Sh... ahh.. Engh... Sh.. ah.." Suara menjijikkan itu menyapa gendang telinga Reyna, ketika Reyna hendak memasuki ruangan Bos barunya.Baru hari pertama bekerja, tetapi Reyna sudah menghadapi situasi menjijikan seperti ini.Akankah Reyna tahan dengan bos barunya, dan membawa perubahan. atau.. justru menjadi korban selanjutnya?