Raja & JahanaraDiperbarui pada Jul 3, 2025, 03:23
Di antara para mahasiswi yang sibuk berdoa agar dipertemukan dengan pria sholeh—sekelas ustadz populer atau "Gus" Instagram yang tampan—Jahanara Haklid justru berjalan ke arah yang berlawanan. Bagi gadis semester enam ini, lelaki ideal bukan yang gemar berdakwah di story WhatsApp, tapi yang gelagatnya biasa saja, menjaga salat tanpa merasa perlu memamerkannya. Yang gaul, berpikiran terbuka, dan punya wibawa tanpa dibuat-buat.Namun hidup, seperti biasa, punya selera humor yang aneh.Raja—pemuda tampan, alim, sopan, dan anak asuh dosen filsafatnya—tiba-tiba muncul, lalu tanpa banyak basa-basi… melamar Seenaknya. Seolah-olah hidup ini drama religi di televisi. Jahanara menolak, tentu saja. Tapi Raja? Tetap datang, tetap sabar, tetap sok yakin.Karena merasa pria zabgat alim seperti Raja pasti patriarkis, Jahanara pun menyusun rencana sabotase: menjadi sebar-bar mungkin, kasar, dominan, dan sengaja tak sopan. Semua demi satu tujuan—membuat Raja ilfil dan pergi.Sayangnya, Raja tak kunjung menyerah. Ia malah makin betah berdiri di sisi Jahanara—di tengah skripsi, tugas akhir, dan hidup kampus yang semakin absurd.