Diam-Diam Mengambil Foto SuamiDiperbarui pada Dec 13, 2022, 17:00
Azila sangat mencintai Nanda, tetapi Nanda tidak.
Di kehidupan Azila, hanya ada Nanda. Namun, di kehidupan Nanda tak pernah ada Azila.
Sebuah rahasia besar melingkupi kematian hati. Nanda hanya ingin Azila menderita. Itu saja.
♥♥♥
Saat aku memasuki kamar, lampu sudah dimatikan. Namun, ada lampu tidur yang memendarkan cahaya lembut yang redup. Tidak langsung merebahkan diri, aku malah duduk di sisi Mas Nanda. Memandangi dan mengaguminya. Dia sangat tampan. Namun, bukan wajahnya yang membuatku sangat mencintainya, melainkan dirinya. Semuanya yang ada pada dirinya.
Gugup, aku mengulurkan tangan. Membelai rambut, pelipis, dan pipinya. Aku tahu ini mungkin tidak sopan juga lancang. Namun, aku tetap mendaratkan bibirku di bibirnya. Membuat aroma kopi yang masih tersisa menyantu dengan napasku.
Di saat tenggelam pada aroma kopi yang pekat, aku terkejut karena sepasang tangan tiba-tiba meraih punggungku. Hanya dalam satu gerakan, tubuhku terhempas ke tempat tidur. Seketika seluruh tubuhku terasa beku. Mas Nanda menatap dari atas. Dia belum tidur. Di keremangan, sorot matanya berkilau.
“Mm … m ….” Mulutku terbuka, tetapi tidak mampu mengucap satu patah kata pun. Biasanya Mas Nanda tidak pernah bangun kalau dia tidur. Pikiranku kosong karena rasa gugup juga takut.
Apa gara-gara kafein dalam kopi jadi Mas Nanda belum tidur?
Aku harus bagaimana membela diri?
Aku berpikir dengan keras, tetapi pada akhirnya tidak mampu memikirkan apa pun. Kepalaku benar-benar blank—kosong.
Mas Nanda terus menatapku dan itu membuatku tersiksa. Benar-bener ingin menangis rasanya. Aku memejamkan mata, menghindari tatapannya. Namun, sedetik setelah memejamkan mata, jantungku langsung tersentak. Aroma pekat kopi terasa begitu dekat, hingga kemudian menyatu dengan napasku.
Aku masih sangat linglung saat Mas Nanda terus menarikku semakin dalam. Begitu dalam hingga akhirnya aku tenggelam, tenggelam pada aroma levender yang pekat.
Percikan-percikan bara membuatku terbakar. Aroma lavender membungkus seluruh tubuhku dan menguasainya. Aku tidak tahu kenapa, tetapi malam ini Mas Nanda menjadi sangat berbeda.
Dominan dan … agresif.
♥♥♥
Jika ada yang bisa mengubur perasaan cintaku untuk Mas Nanda, mungkin itu memang tanah perkuburan—Azila.
Cover: pngtree.com