Cerita Oleh Nona Li
author-avatar

Nona Li

TENTANGquote
KBM App: Nona Li Joylada: Nona Li Fizzo: Nona Li Facebook: Nona Li Hallo semua, salam kenal. Terima kasih sudah berkunjung ke cerita aku. Jangan lupa tap 💜 ya. Jika kalian punya akun Facebook, boleh kita berkenalan di sana. 😁
bc
Fitnah Mantan
Diperbarui pada Apr 14, 2024, 18:50
"Anak itu, apa dia anakku?""Bagaimana bisa? Bagaimana bisa Mas Vano tiba-tiba menginginkan anaknya, padahal sebelumnya bahkan meragukan kalau bayi yang aku kandung adalah benihnya." Maira merasa merasa putus asa untuk menghadapi sidang. Dengan uang serta kekuasaannya, sama sekali bukan hal mustahil untuk Vano mendapatkan hak asuh Kioya—putra mereka.
like
bc
Haram Memiliki Anak
Diperbarui pada Apr 13, 2024, 20:55
Fauzi begitu keras tidak ingin memiliki anak. Dia bahkan dengan tidak punya hati menggugurkan kandungan citra—yang sedang hamil darah dagingnya sendiri nAda apa sebenarnya dengan Fauzi?Apakah dia mengikuti sekte sesat?Apakah dia melakukan pesugihan?Ataukah memiliki trauma masa lalu?Atau jangan-jangan sudah memiliki anak dari perempuan lain?
like
bc
(Renjana) 11 Tahun Menikah Masih Perjaka
Diperbarui pada Dec 16, 2023, 23:56
Diam-diam, Nirwan mencintai Nabila dalam bisunya. Namun, sampai kapan diamnya akan bertahan?Apakah akhirnya dia harus merelakan?Haruskah dia memberitahu Nabila tentang segala sesuatunya? Jika rahasia itu tersingkap, akankah semuanya masih tetap sama?
like
bc
Diam-Diam Mengambil Foto Suami
Diperbarui pada Dec 13, 2022, 17:00
Azila sangat mencintai Nanda, tetapi Nanda tidak. Di kehidupan Azila, hanya ada Nanda. Namun, di kehidupan Nanda tak pernah ada Azila. Sebuah rahasia besar melingkupi kematian hati. Nanda hanya ingin Azila menderita. Itu saja. ♥♥♥ Saat aku memasuki kamar, lampu sudah dimatikan. Namun, ada lampu tidur yang memendarkan cahaya lembut yang redup. Tidak langsung merebahkan diri, aku malah duduk di sisi Mas Nanda. Memandangi dan mengaguminya. Dia sangat tampan. Namun, bukan wajahnya yang membuatku sangat mencintainya, melainkan dirinya. Semuanya yang ada pada dirinya. Gugup, aku mengulurkan tangan. Membelai rambut, pelipis, dan pipinya. Aku tahu ini mungkin tidak sopan juga lancang. Namun, aku tetap mendaratkan bibirku di bibirnya. Membuat aroma kopi yang masih tersisa menyantu dengan napasku.  Di saat tenggelam pada aroma kopi yang pekat, aku terkejut karena sepasang tangan tiba-tiba meraih punggungku. Hanya dalam satu gerakan, tubuhku terhempas ke tempat tidur. Seketika seluruh tubuhku terasa beku. Mas Nanda menatap dari atas. Dia belum tidur. Di keremangan, sorot matanya berkilau. “Mm … m ….” Mulutku terbuka, tetapi tidak mampu mengucap satu patah kata pun. Biasanya Mas Nanda tidak pernah bangun kalau dia tidur. Pikiranku kosong karena rasa gugup juga takut. Apa gara-gara kafein dalam kopi jadi Mas Nanda belum tidur? Aku harus bagaimana membela diri? Aku berpikir dengan keras, tetapi pada akhirnya tidak mampu memikirkan apa pun. Kepalaku benar-benar blank—kosong. Mas Nanda terus menatapku dan itu membuatku tersiksa. Benar-bener ingin menangis rasanya. Aku memejamkan mata, menghindari tatapannya. Namun, sedetik setelah memejamkan mata, jantungku langsung tersentak. Aroma pekat kopi terasa begitu dekat, hingga kemudian menyatu dengan napasku.  Aku masih sangat linglung saat Mas Nanda terus menarikku semakin dalam. Begitu dalam hingga akhirnya aku tenggelam, tenggelam pada aroma levender yang pekat. Percikan-percikan bara membuatku terbakar. Aroma lavender membungkus seluruh tubuhku dan menguasainya. Aku tidak tahu kenapa, tetapi malam ini Mas Nanda menjadi sangat berbeda.  Dominan dan … agresif. ♥♥♥ Jika ada yang bisa mengubur perasaan cintaku untuk Mas Nanda, mungkin itu memang tanah perkuburan—Azila. Cover: pngtree.com
like