Skandal Istri Perwira saat Suami DinasDiperbarui pada Mar 8, 2026, 06:01
“Apa jangan-jangan kamu nggak bisa masak, ya? Seorang dokter biasanya kan cuma tahu pegang stetoskop, bukan sudip dapur,” tanya Bianca diselingi tawa kecil yang terdengar meremehkan.
Hati Seira mencelos. Belum sempat ia membuka mulut untuk menjawab, Edgar sudah lebih dulu menghentikan tawa Bianca dengan suara rendah yang mengintimidasi.
“Saya nggak pernah suka sama ayam goreng itu, Bianca. Selama ini saya menerimanya hanya karena merasa kasihan melihat kamu repot-repot ke asrama. Dan satu hal lagi,” Edgar menatap Bianca tajam, membuat suasana meja makan mendadak hening mencekam. “Istri saya bisa masak atau tidak, itu sama sekali bukan urusan kamu!”
Wajah Bianca memerah, rasa malunya berubah menjadi amarah yang meledak. “Tapi kan, Edgar, laki-laki mencari istri itu untuk mengurus keperluan rumah dan dapur! Kalau dia tidak bisa masak, bagaimana kamu bisa terurus?” bentak Bianca, suaranya naik satu oktavi.
Edgar menyeringai dingin, tipe seringaian yang bikin nyali lawan bicaranya ciut. “Zaman sudah canggih, Bianca. Kalau istri saya lelah atau tidak sempat masak, saya bisa pesan antar. Lagipula, saya mencari Istri untuk menjadi ratu di hidup saya, bukan mencari pembantu untuk urusan dapur!”
“Padahal istri kamu belum tentu sesayang itu sama kamu, Edgar!” pekik Bianca, emosinya sudah tidak terkontrol lagi. “Ketika kamu pergi ke medan perang nanti, siapa yang tahu hatinya masih ada untuk kamu atau tidak? Kenapa kamu malah membelanya habis-habisan sementara aku yang jelas-jelas selalu ada buat kamu malah kamu abaikan?!”
Pernyataan sahabat sang tentara mendadak membuat suasana suram, bagaimana tanggapan Edgar selanjutnya dan apakah Siera, pengantin Edgar akan sehina seperti yang dikatakan Bianca?