Bagaimana pun, bumi adalah rumah kami. Dan keputusan yang diambil Iron adalah langkah besar bagi kami hingga aku tidak bisa membayangkan sejauh apa kakiku melangkah. Dengan berbekal keberanian dan dukungan dari orang-orang baru yang ditemui, kami seolah berlari lebih kencang menembus limit-limit tak terdefinisi. Kami bergerak terlalu jauh hingga menemukan kenyataan bahwa Raja Erzk punya niat buruk untuk bumi. Manipulasi DNA dan rekayasa keji untuk membuat manusia menjadi virus yang harus divaksinasi. Dalam proses berbungkus perjuangan itu, ternyata aku harus menerima kenyataan pahit. Kenyataan yang membuatku berkorban untuk hal yang tidak aku duga.
Layakkah kami pulang ke rumah tanpa membawa buah tangan bernama rasa aman dan kedamaian? Atau kami harus tinggal di sini untuk menyelamatkan diri sendiri?
My Lost Earth.
“Maafin Amam. Amam nggak cukup dewasa untuk jadi imamnya, Seira. Jika suatu hari Seira menemukan laki-laki yang lebih baik dari Amam, yang nggak bikin Seira nangis terus, Seira boleh pergi.”
“Jadi cuma sampai di sini perjuangan kamu, Amam? Setelah aku mati-matian mengalah menanggung aib sebagai ibu muda hasil perzinahan?”
“Amam cuma nggak mau kalian terluka.”
“Kamu justru udah bikin aku terluka sekarang. Aku nggak bisa percaya sama apa yang aku dengar. Kamu menyerah ketika aku udah berjuang sejauh ini. Kamu anggap masa muda yang aku korbankan hanya permainan dan coba-coba?”
Amam harus menjadi papa muda di usianya yang baru 17 tahun. Bukan hal mudah di tengah perjalanan hijrahnya yang baru dimulai. Terasingkan, terancam putus sekolah, hidup sendiri bersama keluarga kecilnya. Terlebih nasib anaknya yang malang menanggung kesalahan orang tua. Mampukah Amam berdiri dengan kedua kaki dan segenap hati untuk melindungi keluarga kecilnya? Atau Amam terperosok dan memulai hidupnya sendiri?
Bear mengira ia hanya seorang yang mahir matematika, ternyata tidak. Ia bisa membaca pikiran orang melalui pupil matanya. Bahkan dari secarik kertas yang orang lain tulis.
Sean juga mengira ia hanya seorang yang ahli dalam lingustik, senang membaca buku dari berbagai bahasa. Ternyata intuisinya bisa menembus masa lalu. Juga Larissa, ia pikir mulutnya adalah kutukan karena apa yang ia katakan selalu jadi kenyataan. Ternyata dia bisa melihat masa depannya melalui cermin.
Mereka yang terlahir spesial harus berurusan dengan sekolah ketika tidak sengaja memetik bunga yang tumbuh di gedung mati, bunga Edelia. Bunga yang membawa kutukan. Teman-temannya berubah menjadi seperti mayat, tidak berhasrat sama sekali, bahkan puncaknya mereka menjadi monster—atau apapun yang bisa menjelaskan perubahan fisik mereka. Bear, Sean, dan Larissa terpaksa terlibat dalam petualangan sengit dan harus melawan kepala sekolah mereka sendiri, Laminad IV, sumber kutukan berasal.
Jika satu di antara mereka harus mati, siapakah dia?