Cerita Oleh Sunarti
author-avatar

Sunarti

bc
LOVE DEPART
Diperbarui pada Aug 20, 2025, 22:52
Bagi Ina, hidup di rumah seperti medan perang, dan satu-satunya pelarian adalah dunia yang ia ciptakan lewat tulisan. Ia pikir ia sudah cukup kuat, sampai ia bertemu Willie. Pria dengan suara teduh itu, yang membawa payung saat hujan dan memberikan rasa aman di tengah badai. Ina dan Willie. Dua jiwa yang berbeda. Mereka menemukan ketenangan pada satu sama lain, di antara tumpukan kertas revisi skripsi, di bawah tenda angkringan saat hujan, dan di tengah obrolan tentang hidup yang terasa berat. Namun, di dunia di mana setiap kebahagiaan punya harga, apakah mereka akan berani membayarnya? Ini bukan dongeng. Ini tentang dua jiwa yang rapuh, tentang satu-satunya titik lemah yang tak bisa disangkal, dan tentang takdir yang kejam.
like
bc
YAYASAN PREDATOR
Diperbarui pada Apr 24, 2025, 01:28
Hana dan Hani, anak kembar piatu piatu sejak TK dan kini hanya punya Ayah seorang, mereka harus meninggalkan pesantren karena penyakit Hana dan memulai sekolah baru di SMA Yayasan Putra Perunggu. Tinggal di rumah dinas dari yayasan tempat Ayah kerja membuat Ayah dan mereka beranggapan bahwa segalanya akan lebih mudah. Kepindahan mereka di sambut baik oleh yayasan, karena Ayahnya telah lama mengabdi untuk yayasan, belum lagi perlakuan Dimas Prasetyo, anak ketua Yayasan yang bekerja sebagai konselor siswa, menaruh rasa dengan Hana. Namun sesuatu terasa berbeda. Suasana di sekolah itu membawa ketidaknyamanan yang sulit dijelaskan dan ada hal-hal yang terasa janggal di sekitar mereka. Ketika sebuah kejadian mengubah hidup mereka, Hani dan temannya sadar bahwa ada rahasia yang tersembunyi di balik tembok yayasan. Rahasia yang seharusnya tetap terkubur. Namun, semakin dalam ia mencari jawaban, semakin besar bahaya yang mengintai. Dalam perjalanan yang penuh teka-teki dan ketegangan, mereka harus menghadapi pilihan sulit—diam dan selamatatau berbicara dan menghadapi konsekuensi yang tidak terduga melawan kebijakan yayasan.
like
bc
MENUJU WISUDA
Diperbarui pada Mar 9, 2025, 03:47
Hari pertama bimbingan skripsi dengan pembimbing yang baru karena pembimbing sebelumnya sudah pensiun, banyak ketakutan dalam diri Sarah. Namun terbantahkan oleh revisian yang hanya di koreksi selama tiga menit. Sarah juga disarankan untuk mengerjakan skripsi bersama mahasiswa bernama Alvaro yang punya kemiripan topik penelitian dengan Sarah. Demi skripsinya, mau tidak mau sarah harus mengikuti saran pembimbing skripsinya yang baru
like
bc
Namaku Juwita
Diperbarui pada Mar 1, 2025, 04:35
Juwita harus pindah sekolah untuk yang ketiga kalinya. Pertama dan kedua karena Juwita malas bersosialisasi dengan manusia, dan yang ketiga karena pekerjaan Papa, Dia mulai bosan harus memperkenalkan diri kepada seluruh warga sekolah di lingkungan baru “Perkenalkan namaku Juwita”menjadi kalimat yang paling muak untuk diucapkan . Padahal Juwita sudah minta kepada Maminya untuk homeschooling saja, meskipun mereka pindah rumah ini karena pekerjaan Papa sebagai manajer di salah satu perusahaan keramik, dan Mami yang harus meninggalkan pekerjaannya sebagai MUA sudah terkenal sekota Medan. Rasanya Juwita tak yakin bisa bersosialisasi dengan orang-orang di sekolahnya yang baru. Walaupun begitu, Juwita akhirnya mencoba membuka diri untuk bersosialisasi dengan mencari teman virtual, sampai akhirnya bertemu dengan Daniel; teman virtual yang tanpa sengaja menumbuhhkan benih cinta pertamanya. Cinta itu datang dengan cepat mengobati rasa peduli, sayang, dan mengapresiasi yang tidak dia dapat dari Papa dan Mami Juwita. Sebagai siswa kelas 11 di semester dua, Juwita mulai mengubah pola pikirnya dan memberanikan diri berbicara dengan salah seorang murid laki-laki bernama Miko, yang saat itu diam-diam sering memperhatikan Juwita menyendiri di taman sekolah sampai senja. Miko si murid tampan; atlet tenis meja dan basket di sekolah. Bersekolah di sekolah yang terkenal hanya untuk orang kaya membuat Miko mendapatkan tekanan untuk terus bisa mengharumkan nama sekolah melalui pencapaiannya dalam dunia olahraga. Kalau tidak begitu dia tidak akan bisa bersekolah, karena selama ini beasiswalah yang membuatnya bertahan di sekolah itu. Juwita yang cukup namun orang tuanya yang tidak perduli dengannya membuat dirinya iri saat melihat keluarga Miko yang penuh rasa cinta, meskipun Ibunya tunarungu dan adiknya downsyndrom. Miko tetap mendapatkan kasih sayang penuh dari keluarganya. Pertemanan mereka tidak berhenti sampai disitu. Semesta memiliki tujuan lain terhadap kepindahan Juwita di sekolah yang ketiga. Banyak rahasia busuk yang ternyata disimpan oleh Yayasan di sekolahnya. Satu persatu perlakuan guru mulai membuat Juwita menyimpan curiga, sampai akhirnya dia memustukan untuk berteman dengan Miko demi menyingkap kebusukan yang disimpan Yayasan sejak lama. Kebusukan itu ternyata berhubungan dengan keluarga Daniel.
like
bc
Zahra Kenapa?
Diperbarui pada Jan 17, 2025, 07:38
Zahra adalah seorang gadis remaja yang baru saja tamat dari pesantren, sebuah tempat yang selama ini menjadi rumah keduanya. Namun, hidup Zahra berubah drastis setelah kepergian ibunya yang tiba-tiba meninggal karena sakit. Kenangan terakhir bersama ibunya dipenuhi penyesalan karena Zahra tidak sempat pulang saat ibunya terbaring lemah. Ia terlalu sibuk di pesantren, meyakini bahwa penyakit ibunya hanyalah demam biasa seperti yang dikatakan di telepon. Kini, Zahra hanya bisa menangisi kuburan ibunya, memohon ampun atas keputusannya yang telah membuatnya kehilangan kesempatan terakhir untuk berada di sisi ibunya. Setelah pemakaman, Zahra dihadapkan pada kejutan lain. Bapaknya, seorang agen sawit yang tinggal di Medan, memutuskan untuk menikah lagi hanya dalam waktu dua bulan setelah kepergian ibunya. Janda yang akan menjadi istri barunya membawa serta lima anak, yang kini juga akan tinggal di rumah Zahra. Zahra tidak setuju, tapi ia kalah suara. Dengan rumah yang kini penuh sesak, Bapak Zahra memutuskan untuk mengurangi pengeluaran, termasuk dalam hal pendidikan Zahra. Pesantren tempat Zahra menuntut ilmu dianggap terlalu mahal untuk keluarga yang kini harus menghidupi enam anak. Bapak Zahra memilih menyekolahkannya di sebuah SMA swasta yang terkenal sebagai tempat anak-anak “bermasalah.” SMA itu memiliki reputasi buruk di kalangan masyarakat sekitar. Zahra terpaksa mengalah, meski hatinya berat meninggalkan suasana religius pesantren yang sudah menjadi bagian dari hidupnya. Namun, ketika Zahra mulai bersekolah di sana, ia menyadari bahwa reputasi buruk SMA itu tidak sepenuhnya benar. Memang, siswa-siswinya punya gaya yang bebas—seragam yang dimodifikasi, rambut dicat warna-warni, dan aksesori yang mencolok. Tapi, secara akademis, sekolah itu tetap menjalankan sistem yang sama dengan sekolah lain. Guru-gurunya mengajar dengan disiplin, dan beberapa siswa ternyata memiliki bakat yang luar biasa. Hari-hari pertama Zahra di sekolah baru itu tidak mudah. Ia merasa seperti orang asing, apalagi dengan kerudung panjangnya yang membuatnya menonjol di antara teman-temannya. Ia sering merasa dihakimi, baik oleh teman sekelasnya maupun dirinya sendiri. Namun, Zahra perlahan mulai menerima lingkungan barunya. Teman-teman barunya ternyata tidak seburuk yang ia bayangkan. Mereka hanya punya gaya hidup yang berbeda, tetapi tetap menghargai Zahra sebagai pribadi. Sebuah peristiwa tak terduga terjadi di minggu kedua Zahra di sekolah itu. Saat berjalan di koridor menuju ruang kelas, Zahra tidak sengaja ditabrak oleh seorang siswa laki-laki. Tabrakan itu membuat Zahra hampir jatuh, tapi siswa itu sigap menangkapnya. Ia adalah Raka, seorang abang kelas yang terkenal “bandal” di sekolah tersebut. Rambutnya acak-acakan, pakaiannya sering terlihat berantakan, dan ia selalu membawa gitar. Meski demikian, Raka memiliki reputasi sebagai pemain band yang berbakat dan sering tampil di acara sekolah maupun festival musik lokal. “Maaf, gue gak lihat jalan,” kata Raka sambil tersenyum tipis. Zahra hanya mengangguk kaku, merasa canggung sekaligus heran. Sejak kejadian itu, Zahra sering melihat Raka bermain gitar di sudut lapangan sekolah. Meski tidak pernah berbicara lagi dengannya, ia mulai merasa penasaran. Bagaimana seorang yang terlihat “bandal” bisa begitu pandai memainkan alat musik? Hari-hari Zahra di sekolah baru terus berjalan. Ia mulai beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dari pesantren. Meski masih sering merindukan ibunya dan suasana pesantren, Zahra belajar untuk melihat sisi baik dari kehidupannya sekarang. Kehidupan di rumah dengan lima saudara baru dan seorang ibu tiri tetap menjadi tantangan, tapi Zahra berusaha mencari ketenangan di tengah semua itu. Zahra juga mulai memahami bahwa tidak semua hal di dunia ini sesuai dengan apa yang terlihat di permukaan. SMA yang awalnya ia anggap buruk ternyata memiliki keunikan tersendiri, dan orang-orang seperti Raka, yang terlihat bebas dan “bandal,” ternyata punya sisi lain yang menarik untuk dikenali. Perjalanan Zahra di sekolah ini baru saja dimulai, tapi ia tahu bahwa ia akan menemukan banyak hal yang mengubah cara pandangnya tentang hidup, keluarga, dan diri sendiri.
like