El Malika hanya nama pena. Aku lahir, besar, bertumbuh, dan sekolah di kota kecil tempat pertama kali minyak ditemukan di Indonesia.
Perjalanan hidupku ditakdirkan berkembang dan mengabdikan pengetahuan yang dikecap lewat bangku kuliah di ibu kota negara Indonesia, sebagai Speech Therapist dan Behaviorist.
Sejak usia sebelas tahun bercita-cita menjadi seorang penulis, karena terlanjur jatuh cinta dengan barisan aksara dan bisa membaca kata. Alhamdulillah, akhirnya Allah kasih aku kesempatan untuk mewujudkan obsesi masa kecil itu meski usia tidak lagi muda.
20 Cerbung dan sekian banyak cerpen terlahir dalam waktu dua tahun terjun ke dunia literasi. 8 Cerbung sudah dicetak menjadi 7 novel dan beberapa cerpen masuk dalam antologi.
Saat ini aku menulis sambil mendampingi suami dan dua anak perempuanku di Giza, Mesir.
Jika ingin terhubung denganku dan menikmati karyaku yang belum seberapa, sila menyapa akan kujawab dengan hati terbuka.
Gigan terlahir sebagai penyandang sindrom highlander. Kondisi itu ditandai dengan berhentinya pertumbuhan fisik seseorang. Demikian yang terjadi dengan Gigan, dirinya terlihat seperti anak kelas lima sekolah dasar saja. Namun, orang tuanya tidak membiarkan anak semata wayangnya menjadi lemah. Adnan - Ayah Gigan mengajarkan sekian banyak seni bela diri pada anak perempuan bertubuh mungilnya, agar kelak tidak menjadi generasi yang lemah.
Perkenalan Gigan dengan seorang anak lelaki bernama Sukru, membawanya pada persahabatan yang berakhir dengan rasa cinta. Keduanya bertunangan dan akan segera menikah. Namun, terbukanya rahasia tentang kemampuan bela diri Gigan karena Sukru, membuat dirinya menjadi incaran Yuri. Lelaki bernama Yuri itu adalah seorang promotor untuk pertarungan liar. Di bawah tekanan Yuri yang menculik dan membutakan kedua belah matanya, Gigan harus mau menjadi petarung sampai mati dengan imbalan yang tidak seberapa.
Mampukah Gigan melepaskan diri dari Yuri? Dapatkah Sukru menemukan Gigan kembali?
Opa Jayden merasa sudah terlalu tua. Makhluk gaib peliharaannya membutuhkan inang baru. Tanpa sepengetahuan siapa pun, beliau menurunkan makhluk itu pada Danila karena melihat adanya kemiripan sikap dengan Nyi Darsih, selirnya yang sangat dia sayangi.
Hal itu menyebabkan terbukanya mata batin Danila sehingga dirinya merasa terganggu saat melakukan perjalan bulan madu di Pulau Kapo-kapo.
Keputusan Danila untuk menolak warisan makhluk gaib itu membuat dirinya dihadapkan dengan berbagai macam kesulitan. Keimanan dan cintanya pada Arga teruji di sini.
Kekuatan untuk lepas dari tanggung jawab menjadi inang baru makhluk gaib dan menyelamatkan pernikahan dengan Arga, hanya ada pada dirinya. Mampukah?