Retak di Ujung JanjiDiperbarui pada Dec 16, 2025, 14:48
Delapan tahun janji suci terasa seperti mimpi yang retak pelan-pelan, hingga suatu malam, sebuah pesan singkat menghancurkan semuanya: "Aku kangen kamu. Masih sama seperti dulu?"Nara, istri yang setia, terbangun oleh getar ponsel suaminya, Arga—pesan dari Lira, bayang masa lalu yang tak pernah benar-benar hilang. Pulang larut malam, senyum dingin, dan keheningan yang semakin lebar memisahkan mereka. Nara bertahan di antara amarah yang membara dan luka yang menganga, mencoba menyusun potongan-potongan pernikahan yang mulai runtuh. Tapi semakin ia bertahan, semakin ia kehilangan dirinya sendiri—seperti piring keramik yang pecah di tangan, retak tak terlihat hingga akhirnya hancur.Ketika kebenaran terungkap, bukan hanya pengkhianatan Arga yang menyiksa, tapi kesadaran bahwa mereka berdua telah lama berhenti berbicara, berhenti memperjuangkan. Akankah Nara memilih mengampuni retakan itu, atau melepaskan janji yang sudah usang, demi menemukan ketenangan di balik hujan yang tak pernah berhenti? Sebuah kisah tentang luka batin yang dalam, kehilangan yang tak terucap, dan keberanian untuk bangkit dari puing-puing cinta.