bc

Definisi Waras Sudah Hilang

book_age18+
23
IKUTI
1K
BACA
family
HE
friends to lovers
kickass heroine
boss
drama
sweet
bxg
kicking
brilliant
city
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Definisi Waras Sudah HilangLogika mati, obsesi beraksi.Bagi Rivan Sadewa, hidup itu mirip laporan keuangan: harus seimbang, rapi, dan nol kesalahan. Sebagai pemeriksa keuangan senior yang kaku, dia alergi pada kejutan. Baginya, emosi Cuma pengganggu yang tidak efisien.Lalu, muncul Kara Anindita.Perempuan koordinator lapangan ini adalah definisi bencana alam berjalan. Hidupnya berisik, tas kerjanya penuh sampah struk belanja, dan dia bisa tertidur di tumpukan kabel belakang panggung. Kara adalah segala hal yang Rivan benci.Seharusnya Rivan menjauh. Tapi anehnya, kakinya justru melangkah makin dekat.Kenapa Rivan yang gila kebersihan rela masuk ke gudang panggung berdebu demi menemani Kara? Kenapa dia diam-diam memasang pelacak di ponsel Kara dengan alasan “keamanan”? Dan kenapa melihat Kara tersenyum pada laki-laki lain membuat Rivan ingin membakar gedung?Teman-temannya bilang Rivan sudah gila. Rivan tidak membantah. Karena sejak ada Kara, kewarasannya memang sudah lama hilang dan dia sama sekali tidak berniat mencarinya kembali.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1: Kopi Hitam dan Noda Tinta
Hidup Rivan Sadewa adalah sebuah garis lurus yang digambar menggunakan penggaris besi: lurus, tegas, dan dingin. ​Pukul lima pagi dia bangun, pukul enam dia selesai olahraga, dan pukul tujuh tepat kopi hitam tanpa gula harus sudah menyentuh bibirnya. Bagi Rivan, dunia ini adalah neraca raksasa di mana semua harus seimbang, sementara emosi dan kejutan adalah variabel pengganggu yang membuat laporan kehidupan menjadi tidak valid. Itulah sebabnya Rivan menjadi pemeriksa keuangan paling ditakuti dengan julukan "Si Silet", karena tatapannya bisa mengiris kepercayaan diri seseorang sampai ke tulang. ​Hari ini, sasaran irisannya adalah perusahaan penyelenggara acara bernama Huru-Hara Kreasi. ​Nama perusahaan itu saja sudah membuat dahi Rivan berkerut, karena siapa orang waras yang menamai usahanya dengan doa agar terjadi keributan? Namun, dia tetap masuk ke ruang rapat dengan setelan jas licin tanpa cela. Di hadapannya, tiga staf keuangan duduk gemetar menunggu vonis atas selisih uang lima belas juta rupiah. ​"Panggil penanggung jawab lapangan," perintah Rivan datar. ​Pintu terbuka kasar, menghantam dinding. Masuklah Kara Anindita, wanita dengan napas memburu, rambut acak-acakan, dan noda tinta biru di pipi kirinya. Dia meletakkan tas kanvas kumal yang berbunyi gemerincing di atas meja kaca steril itu. ​"Maaf telat! Tadi ban motor bocor!" seru Kara tanpa rasa bersalah. ​Rivan menatapnya tajam. "Saya tidak butuh alasan, saya butuh bukti transaksi." ​Kara menumpahkan isi tasnya. Di sana berserakan struk belanja lecek, bungkus permen, baterai bekas, dan remah cokelat. Rivan memejamkan mata menahan emosi melihat kekacauan itu. ​"Ini namanya pengarsipan menurut kamu?" tanya Rivan sinis. ​Kara justru tersenyum polos sambil memilah sampah di meja. "Pak Rivan, di lapangan itu pilihannya cuma dua: bon rapi tapi panggung roboh, atau panggung berdiri tapi bon agak lecek. Bapak pilih mana?" ​Pertanyaan itu retoris dan bodoh, tapi cara Kara menatapnya menyalakan api aneh di d**a Rivan. Seharusnya dia marah. Seharusnya dia mengusir wanita ceroboh ini. Tapi saat melihat noda tinta di pipi Kara, Rivan justru merasakan dorongan aneh untuk membersihkannya. Rivan membenci kekacauan, dan Kara adalah definisi kekacauan itu sendiri. Namun, saat Rivan melihat tangan Kara yang sibuk membereskan kertas kusut itu, Rivan justru merasa penasaran ingin melihat apa lagi yang tersembunyi di balik kekacauan wanita itu.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

Kali kedua

read
221.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook