POV Dion Tekatku sudah bulat, tidak ada lagi yang harus aku tunggu disini. Semua impianku, harapanku dan sesuatu hal yang aku nanti sudah jelas jawabannya. Kebahagiaan itu bukan lagi milikku. Kayana, perempuan tangguh yang sangat aku jaga, akhirnya lebih memilih mengabaikan aku. Alasan itu demi kebahagiaanku pula. Padahal harusnya dia tahu, dialah sumber bahagiaku selama ini. Ya, aku tahu, Kayana memang selalu merasa tidak enak hati apalagi pada orang yang lebih tua. Mama Mei adalah sebab dari ini semua. Dia hanya tidak ingin mengecewakan mama. Seseorang yang sudah tega mempermalukannya, membuatnya sakit hati dan menangis. Tetapi dibalik itu semua, Mama adalah orang yang begitu mencintaiku, yang selalu menginginkan hal terbaik untuk anaknya. Meskipun caranya kali ini salah besar, sebab

