POV KAYANA Entah apa yang ada dipikiranku saat ini. Bagaimana mungkin aku bisa bersikap biasa saja pada Aksa, menanggapi setiap ucapannya tanpa nada yang tinggi. Padahal biasanya melihat dia dari jauh saja rasanya aku sudah benci dan malas bertemu, bahkan aku benar-benar lebih memilih menghindarinya. Tapi mengapa tadi aku tidak menolak untuk bertemu, makan siang berdua dan berbincang dalam waktu yang cukup lama. Ini seperti bukan aku yang kemarin. Kuputuskan untuk langsung pulang ke rumah, sebelum matahari berubah senja. Sebenarnya Aksa sempat mengajakku jalan ke sebuah pusat perbelanjaan, tapi aku tolak mentah-mentah. Aku belum merasa nyaman jika harus jalan berdua dengannya. Disamping itu aku juga tidak mungkin membiarkan laki-laki itu dengan bebas menawarkanku barang-barang yang ada d

