Untuk yang kesekian kalinya, Dion datang ke rumah dengan sebuah harapan yang besar. Meminta ijin pada kedua orang tuanya untuk merestui hubungannya dengan Kayana. Bersimpuh pun sudah ia lakukan, memohon dengan segala kerendahan hati.
“Ma, tidakkah Mama ingin melihatku bahagia?”
“Mana ada seorang ibu yang tidak ingin melihat anaknya bahagia. Dari kecil sampai sekarang, Mama selalu mendoakan kebahagiaanmu, Di. Mama yang selalu memperhatikan semuanya tentang kamu, dari hal kecil sampai sebesar apapun.”
“Tapi Mama tahu kan, aku bahagia dengan Kayana dan Erland?”
“Di, Mama hanya ingin melihatmu sukses. Dan benar saja kan, sekarang kamu sudah menjadi orang yang sukses, membuat mama dan papa bahagia. Dion kecil yang penurut sudah menjadi orang hebat sekarang. Di, dari dulu kamu selalu jadi anak mama yang baik dan selalu mendengar apapun yang mama katakan. Tak pernah sekali pun kamu membantah Mama. Sekarang, hanya gara-gara Kayana, kamu mau jadi anak pembangkang? Apa Kayana lebih penting daripada mama? Mama yang melahirkan kamu, Di. Mama yang lebih paham tentang kamu.”
“Dion tahu, Ma. Dion sangat paham semua kasih sayang Mama yang bisa membuat Dion bisa seperti ini. Tapi Dion juga punya keinginan, Ma. Dion punya pilihan.”
“Iya, tapi tidak semua pilihan kamu itu baik, belum tentu yang kamu pilih itu tepat, Di. Apa yang kamu lihat dari Kayana, sespesial apa dia sampai kamu berani menentang Mama? Kamu bisa dengan mudah mendapatkan yang lebih baik. Banyak di luar sana yang lebih segalanya.”
“Ma, Dion sudah dewasa sekarang, tidak semua yang mama inginkan sekarang bisa Dion terima. Bukankah Dion berhak bahagia dengan pilihan Dion, Ma.”
“Kamu pilih mama atau dia?”
“Ma, jangan memintaku untuk memilih mama dan Kayana. Karena kalian dua orang yang sama-sama spesial.”
“Sepertinya Kayana lebih spesial dibadingkan Mama. Iya kan?”
“Ma, Mama adalah malaikat tak bersayap yang sangat penting dalam hidup Dion. Mama adalah jantung, Mama sangat berjasa hingga membuat Dion tetap bernapas. Dion nggak akan bisa hidup tanpa ada Mama. Sedangkan Kayana adalah pelengkap hidup Dion, karena dia, Dion berani lagi jatuh cinta setelah sekian lama menutup pintu hati. Ma, Dion nggak bisa kalau harus memilih satu diantara kalian. Ijinkan Dion juga memperjuangkan Kayana dan Erland. Dion janji bahwa tidak akan ada yang beda dengan semuanya. Dion akan tetap jadi anak kesayangan Mama. Dion sangat mencintainya, Ma. Selain itu juga Dion nggak akan tega lihat Kayana hanya sendirian menghidupi Erland. Kalau kami saling nyaman kenapa nggak kan, Ma.”
“Dan kamu akan membiarkan Mama yang nggak nyaman?”
“Ma, sebenarnya apa ada alasan lain selain tentang status sosial?”
“Nggak ada, yang jelas Mama nggak suka kalau kamu dapat pasangan yang statusnya sudah janda.”
“Dion yang akan menjalaninya, Ma. Dion sangat nyaman dengan dia. Ma, cobalah Mama dekat dengan Erland, sehari saja bermain dengannya, Dion jamin Mama akan jatuh cinta padanya.”
“Mama nggak bisa.”
“Ma, please!”
“Kalau yang lebih baik banyak, kenapa harus bertahan pada pilihan yang buruk?”
“Ma, kenapa mama bilang seperti itu?”
“Sekarang kamu tinggal pilih. Mama apa Kayana?”
“Ma, Dion memilih semuanya.”
“Nggak bisa, Di. Jawab Mama. Tentukan pilihan kamu sekarang.”
“Ma..”
“Kalau kamu nekat lebih memilih Kayana, berarti kamu siap pergi dari keluarga ini. Hidup dengan dia tanpa reatu mama. Mama juga tidak akan datang menemui kalian. Mama tidak akan lama memiliki anak juga.”
“Ma, jangan begitu!”
“Karena mama udah capek dengan kamu yang tidak mau menurut.”
“Mama, beri Dion kesempatan untuk membuat Mama dan Kayana bahagia, kita akan hidup bahagia bersama-sama.”
“Nggak mungkin mama terima dia. Kalau kamu pilih dia mama yang akan mengalah."
"Pilihan ini sangat sulit, Ma. Mana mungkin Dion memilih salah satu di antara kalian?"
"Kenapa tidak mungkin?"
"Dion sayang dengan kalian semua, Ma."
Hidup harus punya pilihan, Di."
"Tapi kalian sama-sama penting dan berarti untuk Dion, Ma."
"Ya belajarnya untuk mengambil keputusan."
"Kalau Dion memilih Kayana lalu bagaimana?"
"Silahkan pergi dan jangan datang kesini lagi, silahkan cari bahagiamu sendiri. Jangan anggap ini mamamu lagi, datang dan perjuangkan Kayana juga Erland. Tak usah pedulikan mama lagi. Ada papa yang akan menemani mama sampai tua, yang akan selalu sayang dan menghargai Mama. Ternyata memang benar, Kayana membuat kamu jadi anak pembangkang, jadi anak egois, tidak lagi mementingkan mama. Silahkan Di, tapi jangan harap restu dari Mama. Ternyata perempuan asing lebih berharga dibandingkan dengan mamamu ini."
"Bukan begitu, ma. Dion hanya ingin memperjuangkan pilihan Dion."
"Baik, silahkan. Tapi jangan panggil mama lagi. Kamu sudah cukup hebat hidup tanpa mama kan?"
"Kenapa mama berpikiran sepeti itu? Dion akan tetap jadi anak mama."
"Kalau begitu tinggalkan Kayana. Kalau kamu sayang mama."
"Apa mama tidak kasihan dengan Erland? Dia kehilangan sosok ayahnya, Ma. Dan dia sering sekali merengek mencari Dion."
"Halah, paling juga cuma akal-akalan Kayana aja biar kamu tetap memilih mereka dan bertahan."
"Mama, Kayana tidak seperti itu."
"Tapi apa, dia membawa dampak buruk, dia membuat kamu menjadi begini. Jadi anak yang berani melawan mama."
"Ma, andai mama tahu selama ini Kayana selalu menganggap mama adalah orang yang baik. Saat Dion bilang ke dia bakalan memperjuangkan dia, dia memilih untuk pergi karena tidak mau Dion melawan mama dan papa. Dia baik, ma. Dia nggak mau egois."
"Nah, itu dia sadar diri namanya. Kenapa kamu yang jadi memaksa? Sudah jelas kan sekarang?"
"Kalau mama benar-benar nggak bisa kasih restu, lebih baik Dion hidup sendiri. Dion nggak ada niatan untuk mencari wanita lain. Kayana sudah memenuhi ruang hatiku, Ma. Tidak akan ada perempuan yang sanggup menggantikan posisi Kayana di hati Dion. Mungkin Dion tidak akan menikah."
"Kamu sudah keterlaluan, Di."
"Ma, kalau mama tidak memberikan restu, Dion juga tidak akan meminta restu lagi dengan wanita yang berbeda. Karena tidak mudah untuk Dion mencari perempuan lain. Biarkan Dion menyimpan cinta ini, menahannya untuk tetap tumbuh tanpa ada cinta yang lain. Dan itu yang akan jadi pilihan Dion, Ma. Agar semua tahu, sampai kapanpun Dion mencintai kalian berdua, tanpa harus memilih salah satu."