91

1079 Kata

Pagi-pagi buta, Kayana sudah membuka mata. Semalaman tadi ia memang tidak tidur dengan nyenyak, selain memikirkan Erland ia juga tengah menjaga diri. Jangan-jangan disaat ia terlelap, Aksa bisa saja melakukan hal yang tidak ia inginkan. Lalu ia akan menangis dan menyesali apa yang Aksa lalukan. Ditelitinya tubuh, pakaian dari ujung kepala sampai kakinya sendiri, semuanya aman. Tidak ada tanda-tanda bahwa Aksa sudah melakukannya. Syukurlah, ia benar-benar masih utuh. Dillihatnya lelaki di sebelahnya, ia masih tertidur pulas dengan posisi miring ke arahnya. Kayana berpikir lagi, apakah semalaman Aksa sudah dengan leluasa dan puas memandang wajahnya. Tetapi seharusnya dia sadar, sebab ia sebentar tidur, sebentar bangun. Namun ia sedikit lega, dirinya masih utuh dan Aksa tidak berani macam-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN