Pelukan Terakhir.

2133 Kata

Empat bulan kemudian Suara ponsel Kinanti berbunyi, Kinanti berjalan mendekati nakas mengambil ponsel ada panggilan vidio dengan nomor baru. Kinanti malas siapa tahu itu nomor iseng, suara ponsel berhenti dan kembali berdering, tak butuh waktu lama akhirnya Kinanti mengangkat ponsel itu. Davin: Bunda. Kinanti: Davin itu kamu, Nak?" Kinanti tertawa senang melihat wajah anak kesayangannya diseberang sana. Davin: Iya, ini, Davin siapa lagi, Bunda." Seketika ada pelangi di sudut bibir Kinanti. Kinanti: Mana, Nenek? Davin: Nenek lagi masak, Bun. Bunda aku rindu, Bunda kapan pulang?" Alhamdulillah Kinanti senang bisa bicara dengan anaknya, setidaknya bisa mengobati rasa rindunya selama ini. Kinanti: Ya, Bunda usahakan ya nanti, Bunda izin semoga dibolehin. Jaga diri ya, Nak." Da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN