Tahta

1878 Kata

Semburat fajar terbit memberi keteduhan di balik awan nan jauh di langit sana. Warna kuning kemerahan dibalik fajar pertanda pagi tiba dan akan berganti siang. Adzan menggema di berbagi penjuru ruangan inab Kinanti. Ia Salat subuh, selesai Salat Kinanti meringis saat menikmati satu porsi makanan sampai habis. "Kinanti, kok bisa sih makannya banyak, tapi kurus?" Wanita mengenakan jepit love itu cemberut kearah Kinanti. Kinanti menyeruput juz alpukat bikinan Mak Tini, lalu membenahi duduknya. "Emm, padahal aku pengen gemukan dikit lagi tapi ngak bisa. Non." Ayuning tertawa. "Ngak kayak aku, mudah sekali gemuk." Kinanti tersenyum dan mengangguk. Bibir Letta mengerucut. "Benar sih, Mbak. Mama lebih berisi saja sekarang." Mereka bertiga tertawa. "Mbak, baik-baik saja, sudah sembuh b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN