"Den melamun saja, di panggil, Non Ayuning tuh." "Eh iya, Mak." Sementara di luar Ayuning memandang tak percaya dengan apa yang ia lihat. Sadewo kembali menjadi lelaki yang tampan da fres setelah beberapa hari belakangan ia membiarkan jambang tumbuh disekitar dagunya. "Gimana, soal Kinanti ?" tanya Ayuning penasaran. Sadewo terdiam seraya duduk di dekat Ayuning. "Dewo?" Sadewo menggeleng, berusaha menahan sesak. "Kata, Mak Tini sudah di perjalanan, Mbak. Mbak tahu, Melati ikut Kinanti pulang kampung?" "Hmm." "Kenapa tak bilang?" "Mau Kinanti di salahkan lagi sama, Ruka?" Sadewo menggelengkan kepala. "Terkadang, tak perlu mengatakan cinta. Sebab, cinta itu sendiri sudah dibuktikan dengan sebuah perjuangan, perhatian dan tanggung-jawab untuk membuatmu bahagia. Kejarlah cint

