Chapter 32

1169 Kata

Di dalam kamar itu begitu gelap, bahkan tak ada satu pun lilin yang menyala. Sinar rembulan menembus masuk melalui celah-celah ukiran jendela, hingga sedikit memberikan penerangan. Satu sosok duduk di atas kursi dengan tangan memainkan sebuah rantai kecil menyerupai kalung dengan bandul batu merah yang menyala dan meredup. Pintu menuju balkon terbuka, membiarkan sinar rembulan masuk sepenuhnya menyinari lantai. Seekor burung gagak berukuran lebih besar dari biasanya masuk ke kamar itu, kemudian asap hitam mengepul dan sosok gagak hitam berubah menjadi seorang pria tinggi dengan jubah hitam dan bertudung. Sosok itu berlutut dengan kedua tangan terkatup di depan wajahnya, menghadap sosok yang duduk di kursi. “Yang Mulia, saya mendapat kabar, semua pasukan sudah bersiap menunggu kembalinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN