Chapter 31

1479 Kata

Kamar itu temaram, hanya diterangi dengan cahaya lilin di setiap pojok. Selambu itu berkibar, dengan jendela yang separuh terbuka dan cahaya bulan ikut masuk memberikan siluet dua tubuh di dalam selambu. Dua tubuh yang terlihat tumpang tindih dan samar. Angin berembus tapi keadaan di dalam kamar begitu menyesakkan. “Uuh ...” Suara erangan halus terdengar dari bibir semerah darah itu. Bulu mata lebatnya bergetar dengan setitik keringat yang mencapainya. Pipinya yang putih begitu merah dan terbakar. Bibir itu kembali terbuka dengan erangan, ketika satu jari kokoh menekannya. Jari-jari kokoh itu menekan rahangnya, sebagian menekan pundaknya yang telanjang dan basah. Rambut pirangnya tersebar di atas bantal, berantakan namun tetap halus. Ada tirai rambut halus lainnya yang terjatuh di kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN