Chapter 33

1444 Kata

Dresthabadra menarik benda itu dari kaki Heera, dan terangkat dengan mudahnya. Itu terkulai di tangan Dresthabadra seakan takut melihat tatapannya yang tajam dan bengis. Tanpa diduga rumput-rumput hijau seperti lumut itu terangkat, memperlihatkan sepasang mata berwarna hijau yang berkedip. “Huwaa! Benda macam apa itu?” teriak Heera seraya menunjuk kedua mata yang berkedip. Dresthabadra berdecak, “Ck!” lalu melemparkan benda itu ke tanah hingga terdengar suara debuman pelan, cahaya hijau meledak dan satu sosok muncul sambil berlutut dengan takut. Sosok seorang anak lelaki berpakaian serba hijau, dengan rambut-rambut yang juga hijau panjang seperti lumut. “Ya-yang Mulia ... maaf, maaf.” Dresthabadra menatapnya dengan kejam, tapi Heera menghampirinya dan mencolek bahunya, merasakan bahwa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN