Samar-samar Heera mendengar suara cicitan burung dan suara kucing. Dia menggeliatkan tubuhnya, tapi hanya ada rasa sakit di pinggangnya. Suara kucing mengeong semakin sering terdengar, membuat Heera segera membuka mata. Dia pikir dia sudah kembali ke dunianya dan mendengar suara Sha yang mengeong membangunkannya, tapi ternyata dia masih ada di dunia sihir ini. Mata birunya mengedar menatap ke sekeliling. Ruangan ini begitu lembab tanpa ada cahaya matahari yang masuk. Ada jendela kayu yang terbuka, pemandangan di luarnya penuh dengan pepohonan. Dia menatap pada tempat tidurnya hanya berupa jerami kering di lantai. Ada beberapa lilin yang menyala di ruangan itu. Heera segera bangun, membawa langkahnya menuju jendela. Dia membukanya semakin lebar dan rasa segar segera menerpanya. Angin sepoi

