Chapter 44

1769 Kata

Dresthabadra merundukkan kepalanya, semakin merapatkan tubuh Heera padanya. Bibirnya mencapai bibir Heera. Perlahan dengan begitu manis, Dresthabadra membelai bibir Heera, dan ketika Heera mengalungkan kedua tangannya, pria itu segera menciumnya dalam-dalam. Mereka berciuman, saling menyesap manisnya dari bibir masing-masing. Saling menyalurkan perasaan yang begitu cepat menyergap mereka. Diam-diam Heera merasa bimbang akan hatinya. Di satu sisi dia ingin kembali ke dunianya, di sisi lain dia semakin terjerat oleh Putra Mahkota dan tak ingin meninggalkannya. Ini dunia game, mungkinkah mereka bisa hidup bersama? Ciuman mereka semakin dalam, suara terengah-engah terdengar ketika ciuman mereka terlepas. Tatapan mereka kembali bertaut. Tangan Heera membelai leher Dresthabadra. Beberapa saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN